Mengenal Tiga Dalang Legendaris dalam Dunia Pewayangan

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Tokoh
dipublikasikan 15 November 2017
Mengenal Tiga Dalang Legendaris dalam Dunia Pewayangan

Indonesia adalah bangsa yang mempunyai ragam kebudayaan. Dari berbagai budaya itu salah satunya adalah seni wayang. Wayang memiliki beragam jenis, yakni wayang kulit, wayang kayu, wayang orang, wayang rumput, dan wayang motekar. UNESCO memasukkan seni wayang ke dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia pada tahun 2003.

Nah, berbicara tentang wayang, tentu tidak lengkap tanpa membahas sepak terjang dalangnya. Berikut telah kami rangkum beberapa dalang legendaris Indonesia yang namanya sudah mendunia. Siapa saja?

Ki Anom Suroto

Ki Anom Suroto adalah seorang dalang Wayang Kulit Purwa. Dalang yang berasal dari Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ini mulai terkenal sebagai dalang sejak sekitar tahun 1975-an. Tahun 1995 ia memperoleh Satya Lencana Kebudayaan RI dari Pemerintah RI. Hingga akhir abad ke-20 ini, Anom Suroto adalah satu-satunya yang pernah mendalang di lima benua, antara lain di Amerika Serikat pada tahun 1991, dalam rangka pameran KIAS (Kebudayaan Indonesia di AS). Ia pernah juga mendalang di Jepang, Spanyol, Jerman Barat (waktu itu), Australia, dan banyak negara lainnya. Khusus untuk menambah wawasan pedalangan mengenai dewa-dewa, Dr. Soedjarwo, Ketua Umum Sena Wangi, pernah mengirim Ki Anom Suroto ke India, Nepal, Thailand, Mesir, dan Yunani.

Asep Sunandar Sunarya

Asep Sunandar Sunarya, dalang asal Bandung yang lebih dikenal dengan panggilan Asep Sunarya, adalah dalang wayang golek yang menciptakan si Cepot. Wayang yang rahang bawahnya bisa digerak-gerakkan jika berbicara, juga dapat merentangkan busur dan melepaskan anak panah, tanpa bantuan tangan dalang. Dengan karyanya itu, dia disebut sebagai pendobrak jagat wayang golek di Indonesia. Asep meraih juara dalang pinilih I Jawa Barat pada 1978 dan 1982. Kemudian pada 1985, ia meraih juara umum dalang tingkat Jawa Barat dan memboyong Bokor Kencana. Pengakuan atas kehandalan dan kreativitasnya mendalang, bukan saja datang dari masyarakat Jawa Barat dan Indonesia, tetapi juga dari luar negeri. Dia pernah menjadi dosen luar biasa di Institut International De La Marionnete di Charleville Prancis. Dari institut itu dia mendapat gelar profesor.

Ki Slamet Gundono

Dalang wayang ini termasuk dalang terkenal nyentrik. Ki Slamet Gundono namanya. Hingga akhir hayatnya pria bertubuh gemuk ini dikenal sebagai dalang kontroversial wayang suket. Selepas SMA, dalang asal Tegal, Jawa Tengah ini sempat menimba ilmu di Jurusan Teater di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Gundono mulai berkiprah sebagai dalang dan seniman kreatif sejak 1995. Sosoknya yang selalu kritis sempat menggegerkan dunia pewayangan. Di masa orde baru, saat digelar festival dalang di Solo, untuk memperingati 50 tahun Indonesia Merdeka, Gundono justru menyajikan tampilan kontroversial. Jika dalang lain tampil sesuai pakem, maka dia justru sebaliknya. Ulahnya tersebut sempat menimbulkan perdebatan panjang antara panitia, juri, pengamat, hingga khalayak umum. Beberapa tokoh bahkan memberikan dukungan. Di antaranya seniman besar seperti Umar Kayam, Gunawan Mohamad, Murtidjono dan Halim HD.

 

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 69