Tiga Kesalahan Mengelola Keuangan yang Sering Dilakukan Pekerja Muda

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Ekonomi
dipublikasikan 08 November 2017
Tiga Kesalahan Mengelola Keuangan yang Sering Dilakukan Pekerja Muda

Usia muda identik dengan masa produktivitas yang menggairahkan. Begitu menyelesaikan pendidikan, anak muda akan memasuki dunia kerja yang memberikan tantangan berbeda. Peralihan status dari semula anak sekolahan yang belum mandiri, masih mengandalkan pemenuhan kebutuhan finansial dari orangtua, lalu menjadi seorang pekerja yang bisa mendapatkan uang sendiri, juga melahirkan cerita tersendiri.

Tidak jarang pekerja pemula atau first jobber terjebak euforia memiliki penghasilan sendiri. Akhirnya, para pekerja usia muda ini melakukan banyak kesalahan pengelolaan keuangan. Kalau kamu saat ini termasuk pekerja muda dan tidak ingin hasil kerja keras habis tidak berbekas, sebaiknya hindari hal-hal ini.

Tidak memiliki pengaturan gaji

Kesalahan umum yang dilakukan para pekerja muda adalah tidak melakukan pengaturan gaji sama sekali. Ketika mendapatkan gaji, mereka membiarkan begitu saja uang mereka di rekening bank dan membelanjakannya tanpa rencana. Kebiasaan seperti ini jelas tidak baik dan sering menjadi awal mula masalah finansial yang pelik. Biasakan mengatur gaji setiap kali penghasilan masuk. Misalnya, dengan mengatur gaji menjadi tiga bagian utama, yaitu untuk biaya hidup, untuk tabungan hari depan dan untuk membayar utang.

Hanya menabung sisa penghasilan

Ini juga kesalahan yang paling banyak terjadi. Menabung untuk kebutuhan hari depan idealnya dilakukan di awal penerimaan, bukan di akhir bulan. Bila Anda alokasikan uang untuk menabung hanya dari penghasilan yang tersisa di akhir bulan, bisa dipastikan nilai yang Anda tabung hanya sedikit karena risiko habis untuk keperluan lain jadi lebih besar. Supaya tidak berlanjut, kamu perlu memaksa diri mengalokasikan penghasilan untuk tabungan di awal penerimaan gaji. Berapa besarnya? Paling tidak 20 persen dari penghasilan, alokasikan untuk tabungan hari depan. Bukalah rekening tabungan rencana atau rekening investasi lain.

Terjebak gaya hidup

Ada euforia tersendiri yang biasanya dialami oleh para pekerja di masa awal karir mereka, yaitu euforia memiliki pendapatan sendiri. Memiliki pendapatan sendiri melahirkan perasaan bebas untuk memakainya untuk apapun yang menjadi keinginan. Di sini, jebakan gaya hidup bisa menjadi pangkal masalah finansial. Penghasilan justru banyak habis untuk membiayai pengeluaran gaya hidup seperti nongkrong atau hangout, membeli gadget mahal, liburan tanpa perencanaan, dan lain sebagainya.

Memanjakan diri dengan penghasilan sendiri sebenarnya sah-sah saja. Hanya saja, pastikan penghasilanmu tidak habis untuk hura-hura semata. Supaya terkendali, biasakan membuat alokasi anggaran untuk berbagai keperluan, termasuk gaya hidup. Pastikan juga pengeluaranmu tidak menganggu tujuan keuangan yang lebih penting.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 49