Tiga Penyebab Kenapa Orang Bisa Gampang Lupa

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Lainnya
dipublikasikan 07 November 2017
Tiga Penyebab Kenapa Orang Bisa Gampang Lupa

Pernahkah Anda seketika lupa dengan nama orang yang baru saja dikenal? Atau, pernahkah Anda lupa meletakkan kunci kendaraan? Jika iya, pasti Anda merasa kesal dan heran kenapa Anda begitu mudah lupa. Namun tenang saja, Anda tidak sendirian, karena setiap orang nyatanya pasti pernah lupa.

Faktanya, adalah hal yang wajar jika Anda lupa akan nama atau hal-hal yang baru Anda pelajari. Hal tersebut terjadi karena informasi yang baru Anda pelajari belum sampai ke ingatan atau akar otak terdalam, atau Anda memang sedang tidak fokus dalam mengingat hal yang baru Anda pelajari.

Meskipun kapasitas penyimpanan otak Anda besar, namun otak tetap membutuhkan ruang baru untuk menyimpan hal-hal penting? Akibatnya, otak akan “menghapus” informasi yang dianggap kurang penting, kurang spesifik, dan jarang diingat kembali. Berikut telah kami rangkum beberapa hal yang dapat mempengaruhi kemampuan otak Anda untuk mengingat.

Terlalu banyak konsumsi lemak jenuh

Tanpa Anda sadari, pola makan dapat berpengaruh terhadap otak Anda dalam mengingat sesuatu. Terlebih, jika kolesterol, glukosa, atau tekanan darah Anda terlalu tinggi, pembuluh darah di sekitar otak Anda akan rentan mengalami kerusakan. Studi yang dilakukan Harvard University menemukan bahwa orang yang mengonsumsi banyak lemak jenuh memiliki daya ingat yang kurang baik dibandingkan mereka yang kurang konsumsi makanan tersebut. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk konsumsi makanan yang kaya akan omega 3 dan protein, yang berperan dalam menjaga daya ingat otak Anda.

Jarang olahraga

Olahraga nyatanya dapat membuat otak mengalirkan darah secara optimal. Studi yang juga dilakukan di Harvard University menemukan bahwa olahraga secara rutin dapat memperbaiki ingatan dan kemampuan berpikir. Olahraga dapat membuat kadar insulin tubuh berkurang, inflamasi berkurang, dan menstimulasi hormon pertumbuhan yang merupakan zat kimia di otak yang dapat mempengaruhi kesehatan sel otak, pertumbuhan pembuluh darah di otak, dan pertahanan sel otak yang baru. Olahraga juga dapat memperbaiki mood dan kualitas tidur, mengurangi kecemasan dan stress, di mana kedua hal tersebut berpengaruh pada kemampuan kognitif otak. Oleh itu, Anda dianjurkan untuk berolahraga secara rutin, setidaknya 20 sampai 30 menit sehari.

Depresi dan stres

Selain dapat mengganggu kehidupan sehari-hari, depresi dan stres dapat mengganggu konsentrasi dan kemampuan mengingat. Saat Anda depresi dan stres, pikiran Anda akan mengalami overstimulasi atau terganggu, sehingga membuat kemampuan mengingat otak Anda menjadi berkurang. Bahkan, stres dapat menimbulkan trauma emosional yang dapat mengarah pada kehilangan ingatan.

 

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 104