Pilih Jadi PNS atau Pegawai Swasta? Pahami Dulu Tiga Hal ini!

Pilih Jadi PNS atau Pegawai Swasta? Pahami Dulu Tiga Hal ini!

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Inspiratif
dipublikasikan 03 November 2017
Pilih Jadi PNS atau Pegawai Swasta? Pahami Dulu Tiga Hal ini!

Berkarier sebagai pegawai negeri sipil alias PNS ternyata masih sangat diminati masyarakat Indonesia. Buktinya, berita atau kabar soal penerimaan CPNS pasti selalu jadi buah bibir. Apalagi tahun 2017 ini, sebanyak 60 lembaga pemerintah dan kementerian membuka lowongan kerja dan jumlah posisi yang tersedia hampir mencapai 18 ribu. Tidak heran kalau hal ini jadi topik perbincangan secara online maupun offline.

Di pihak lain, kenaikan upah minimum provinsi atau UMP saat ini juga turut menarik perhatian publik. UMP yang dikabarkan akan naik sekitar 8,71% di tahun 2018 mendatang, tentu akan memberi pengaruh cukup besar pada tingkat pendapatan pegawai swasta.

Nah, kalau sudah begini, kira-kira lebih baik memilih jadi PNS atau karyawan swasta, ya? Ketimbang bertanya-tanya, yuk kita lihat dulu ulasan tentang PNS dan pegawai swasta berikut ini!

Jenjang Karier

Kalau membahas seputar jenjang karier PNS, ada Jabatan Administrasi (JA), Jabatan Fungsional (JF), dan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT). Dari masing-masing jabatan juga ada jenjangnya. Misalnya dalam JA, jabatan terendahnya adalah Jabatan Pelaksana, di atasnya ada Jabatan Pengawas, dan yang tertinggi yaitu Jabatan Administrator. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, tepatnya di Pasal 54, pengangkatan bisa dilakukan bila yang bersangkutan berstatus PNS, punya pendidikan formal terendah sarjana, berpengalaman di Jabatan Pengawas minimal tiga tahun, dan seterusnya. Pada intinya, jenjang karier PNS sifatnya sangat jelas. Dari awal bergabung, Anda akan langsung tahu bagaimana caranya agar dipromosikan.

Lantas, apa pegawai swasta jenjang kariernya tidak jelas? Tidak juga, jenjang karier perusahaan swasta juga jelas. Namun, sistem kenaikan jabatannya ditentukan oleh prestasi, pengalaman kerja, dan kemampuan manajerial. Ditambah lagi, setiap perusahaan punya aturan yang berbeda soal promosi. Ada yang bisa dipromosikan meski belum dua tahun bekerja, ada juga yang lima tahun kerja tapi tak kunjung dipromosikan. Tapi biasanya, setiap perusahaan swasta baru bisa mempromosikan karyawan yang masa kerjanya minimal satu tahun.

Gaji dan Tunjangan

Gaji PNS sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 30 Tahun 2015 Tentang Perubahan ke-17 atas Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1977 Tentang Gaji Pegawai Negeri Sipil. Nominal terkecil yaitu Rp 1,4 jutaan dan paling tinggi di Rp 5,6 jutaan. Gaji tersebut belum termasuk dengan tunjangan. Tunjangan yang bisa didapat PNS jumlahnya beda-beda, tergantung pada instansi mana dia bergabung. Misalnya PNS Dirjen Pajak mendapat tunjangan sebesar Rp 5,6 juta per bulan untuk pegawai pangkat terendah. Sementara itu yang paling tinggi ada di angka Rp 117 juta. Sedangkan Kemenkeu Rp, 2,57 juta per bulan.

Lalu bagaimana dengan pegawai swasta? Gaji pegawai swasta tentu tidak akan berada di bawah upah minimum rata-rata alias UMR yang saat ini sebesar Rp 3.355.750 untuk DKI Jakarta. Besarnya gaji juga dipengaruhi oleh pengalaman dan prestasi kerja Anda di perusahaan sebelumnya. Semisal Anda sudah kerja tiga tahun dan menyumbang omzet ratusan juta ke perusahaan A. Maka Anda bisa saja mengajukan gaji dua digit atau di atas Rp 10 juta ketika interview di perusahaan B. Lain lagi perihal tunjangan. Masing-masing perusahaan swasta sudah punya perhitungan yang berbeda. Ada yang cuma dalam hitungan ratusan ribu, ada juga yang jutaan. Atau ada juga yang memberikannya dalam bentuk lain, seperti asuransi atau kendaraan.

Uang Pensiun

Kalau bekerja sebagai PNS, di masa tua Anda akan mendapat dana pensiun. Namun jumlahnya hanya sepersekian dari gaji pokok. Pensiun PNS ditentukan berdasarkan usia dan jabatannya. Untuk jabatan administrasi adalah 58 tahun, pejabat fungsional di usia 60 tahun, dan pimpinan di usia 65 tahun.

Pegawai swasta pun bisa menerima dana pensiun asalkan mereka terdaftar di program Jaminan Hari Tua BPJS. Penghitungan JHT BPJS ini adalah 5,7 persen dari total gaji Anda. Sebanyak 3,7 persen dibayarkan lewat potongan gaji per bulan dan 2 persen disubsidi oleh kantor. Kapan dana ini bisa diambil? Saat Anda berusia 55 tahun, bila mengalami cacat permanen, meninggal dunia, atau saat mengalami PHK asalkan Anda sudah bekerja di perusahaan yang bersangkutan sekurang-kurangnya lima tahun.

Mengetahui perbedaan memang bisa menjadi bahan pertimbangan. Namun intinya, berkarier sebagai PNS maupun pegawai swasta, keduanya sama-sama bisa menyejahterakan jika Anda bisa mengelola keuangan.

 

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 309