Tiga Alasan Kualitas Pendidikan di Indonesia Tergolong Rendah

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Lainnya
dipublikasikan 25 Oktober 2017
Tiga Alasan Kualitas Pendidikan di Indonesia Tergolong Rendah

Kualitas pendidikan merupakan salah satu pilar yang dapat menguatkan status sebuah negara. Selain standar kualitas hidup, maju atau tidaknya sebuah negara turut didukung oleh tinggi-rendahnya mutu pendidikan di negara tersebut.

Menurut data UNESCO pada tahun 2016  pendidikan di Indonesia menempati peringkat ke 10 dari 14 negara berkembang yang berkualitas rendah, sedangkan komponen penting dalam pendidikan yaitu guru menempati urutan ke 14 negara berkembang di dunia. Kenapa kualitas pendidikan Indonesia terbilang rendah?

Pembelajaran terpaku pada buku

Pembelajaran di Indonesia umumnya terpaku pada buku paket yang telah di tetapkan oleh menteri pendidikan, sehingga murid tidak bisa mengeksplor bakat-bakat yang dimilikinya dan guru juga tidak mencari sumber lain untuk mengajar muridnya, acuan guru tak lain hanyalah buku tersebut. Ditambah lagi, kurangnya aktivitas di luar kelas membuat murid mudah merasa bosan dan kurang bebas berimajinasi. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap kualitas belajarnya.

Sistem pekerjaan rumah

Murid sudah merasa jenuh di lingkungan sekolah, namun masih saja diberi tugas rumah oleh guru. Alasan guru memberikan PR agar murid tidak lupa dengan materi yang telah dipelajari memang bisa diterima, namun kenyataanya tidak semua murid mempunyai semangat belajar tinggi. Mereka yang semangat belajarnya kurang, akhirnya tidak menyentuh dan mengingat satu pun materi yang telah dipelajari, karena mengangap PR tersebut justru malah membebani.

Formalitas ujian

Indonesia masih menjadikan ujian sebagai alat untuk mengukur kemampuan muridnya. Padahal, sistem tersebut membuat murid yang kurang berprestasi merasa minder bahkan kehilangan kepercayaan diri. Akibatnya, murid-murid menjadi tidak bersemangat dalam melaksanakan ujian dan mengambil jalan pintas untuk mendapatkan nilai yang bagus dengan mencotek.

Terlepas dari ketiga faktor tersebut, sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia hingga saat ini masih belum merata. Masih banyak sekolah di daerah pelosok yang hanya memiliki fasilitas seadanya. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 62