Mengenal Teknologi Penapisan dan Tiga Jenisnya

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Teknologi
dipublikasikan 24 Oktober 2017
Mengenal Teknologi Penapisan dan Tiga Jenisnya

Peneliti lembaga kajian internet ID Institute Salahuddien melihat adanya kerancuan definisi mengenai penapisan di tengah masyarakat saat ini. Menurutnya, orang sering mengeneralisir yang dilakukan Indonesia adalah sensorship seperti jaman orde baru. Sensorship adalah upaya untuk mengintervensi konten atau dimodifikasi sesuai selera oleh orang yang punya wewenang. Selain itu, menurut Salahuddien, adanya kekhawatian di tengah masyarakat bahwa pemerintah akan melakukan penyadapan seperti memasang cctv di internet untuk mengetahui sesuatu yang tidak normal yang biasanya terkait dengan tindak kejahatan.

Faktanya, di Indonesia tidak ada langkah penyadapan tetapi penapisan. Penapisan konten mencegah agar pengguna tidak masuk ke konten yang tidak dikehendaki atau dilarang oleh negara. Penapisan internet telah dilakukan semua negara, termasuk negara maju yang demokratis pada dasarnya selalu juga menerapkan regulasi konten.

Penapisan dilakukan untuk melindungi risiko para pemula yang belum menyadari bahaya dan ancaman di internet. Misalnya, orang tua yang belum tahu konten hoax atau situs abal-abal undian berhadiah. Tidak hanya itu, penapisan juga dilakukan untuk melindungi anak yang belum mempunyai kemampuan memilah konten dan mereka yang kecanduan game atau porno. Lebih dari itu, dapat mengakses internet secara aman dan nyaman merupakan hak masyarakat.

Seorang praktisi internet ID Institute, Irwin Day menjelaskan bahwa terdapat tiga macam teknologi penapisan. Pertama, penapisan dengan proxy, yang menurut Irwin paling awam diketahui. Cara kerja teknologi tersebut adalah konten dari internet akan melewati sebuah mesin proxy kemudian ke pengguna. Kedua, penapisan dengan DNS. Cara kerja teknologi penapisan ini adalah konten yang diakses ke internet "meminta ijin" ke mesin apakah alamat telah tersimpan di data base. Jika sudah, konten akan dikembalikan ke user dan user dapat mengakses konten tersebut. Ketiga, teknologi penapisan DPI. Teknologi tersebut seperti memiliki dua kaki di mana satu kaki ke pengguna dan satunya lagi ke mesin analitik. Di mesin ini akan dimasukkan semacam sidik jari, sehingga meski url berubah tetap dapat dideteksi asalkan konten sama. Awalnya pengguna akan dapat mengakses konten, namun jika konten itu ternyata negatif akses kedua kali akan diblokir.

Penapisan internet dianggap penting karena memberikan batasan yang boleh dan tidak, seperti halnya rambu lalu lintas. Kita diberi peringatan agar tidak mengalami kerugian karena hal-hal negatif.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 56