Teknologi Malah Bikin Otak Tumpul? Ini Tiga Faktanya

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Teknologi
dipublikasikan 19 Oktober 2017
Teknologi Malah Bikin Otak Tumpul? Ini Tiga Faktanya

Teknologi memang menawarkan kemudahan dan kenyamanan dalam hidup manusia. Bahkan, hanya dengan mengetikkan kata kunci tertentu, kita bisa dengan mudah mendapatkan informasi apa pun lewat mesin pencari seperti Google.

Namun, sadarkah Anda bahwa kemudahan yang selama ini kita dapatkan dari teknologi justru bisa membuat kita semakin bodoh?

Penelitian Betsy Sparrow dari Universitas Columbia, New York, memaparkan bahwa kehadiran mesin pencari ternyata mengubah cara kerja otak kita. Menurutnya, "Kehadiran Google memang membuat kita dapat menyimpan dan mendapatkan berbagai informasi. Namun, hal tersebut justru menurunkan kemampuan kita untuk mengingat informasi tersebut," papar Betsy seperti dikutip Reader’s Digest.

Ingin tahu alasan lainnya mengapa teknologi justru menurunkan kemampuan otak kita?

Membaca tanpa sadar

Apakah Anda pernah membaca berulang sebuah berita lewat aplikasi di ponsel Anda tanpa menyadarinya? Jika ya, berarti daya ingat Anda telah menurun. Dilansir ResearchGate, sebuah fakta menunjukan bahwa mereka yang membaca cerita pendek lewat kertas lebih mengingat detail ceritanya dibanding mereka yang membaca lewat gadget. Anne Mangen peneliti dari Universitas Stavanger, Norwegia, percaya bahwa memori otak bekerja lebih maksimal saat menggunakan isyarat fisik, seperti membolak-balik halaman pada buku cetak. Ada semacam dorongan sensoris yang memberi kesan visual saat kita membaca.

Sulit konsentrasi

Mungkin Anda berpikir mengatur setelan ponsel ke mode senyap adalah solusi jitu agar kita bisa berkonsentrasi saat bekerja. Sebuah riset para ilmuwan dari Universitas Texas, Austin mengungkap fakta bahwa cara tersebut ternyata tidak berfungsi. Dalam riset tersebut, para ilmuwan meminta beberapa siswa untuk mengerjakan sebuah ujian. Hasilnya, mereka yang mengerjakan ujian dengan ponsel yang berada di ruangan lain ternyata mendapat hasil yang lebih baik dibanding mereka yang hanya menyetel ponsel dalam mode senyap. Jadi, walau kita sudah memilih silent mode ternyata alam bawah sadar kita masih tertuju pada ponsel.

Menurunkan kemampuan membaca emosi

Dilansir dari UCLA Newsroom, terlalu sering menggunakan teknologi (seperti smartphone dan komputer) ternyata melemahkan kemampuan anak untuk membaca isyarat emosi. Disebutkan, anak-anak yang menghabiskan waktunya dengan berkemah di alam bebas tanpa teknologi ternyata lebih mampu membaca komunikasi non-verbal secara signifikan. Kemampuan membaca isyarat emosi tentunya membutuhkan interaksi sosial yang banyak, dan hal ini sulit dicapai oleh mereka yang lebih banyak berkutat dengan gawainya.

Semakin bijak memanfaatkan teknologi, maka semakin baik dampaknya bagi Anda. Sesuatu yang diperoleh dari teknologi belum tentu lebih baik dari apa yang Anda peroleh dengan cara sendiri.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 38