Tiga Fakta 'No Bra Day' yang Perlu Kamu Tahu

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Inspiratif
dipublikasikan 13 Oktober 2017
Tiga Fakta 'No Bra Day' yang Perlu Kamu Tahu

Setiap tahunnya, di bulan Oktober ada peringatan Kepedulian Terhadap Kanker Payudara. Di bulan ini juga, ada sebuah kampanye yang tidak boleh kita lewatkan, yaitu tanggal 13 Oktober, diperingati sebagai ‘No Bra Day’ alias Hari Tanpa Bra.

No Bra Day, yang dicanangkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kanker payudara ini dulunya punya sejarah yang kontoversial. Sebagai perempuan yang peduli terhadap isu sosial, yuk, kita telusuri fakta menarik seputar ‘No Bra Day’ ini!

Pertama, ‘No Bra Day’ adalah gerakan hashtag yang telah dilakukan selama beberapa tahun sebagai bentuk kepedulian terhadap kanker payudara. Lewat kampanye di media sosial ini, kaum perempuan diajak untuk tidak menggunakan bra dalam sehari dan membagikan postingannya lewat jejaring sosial Twitter dan Instagram dengan tagar #NoBraDay.

Postingan yang dibagi pun bermacam-macam, ada yang berupa swafoto, ada juga yang membagi pengalaman mereka seputar kanker payudara yang pernah mereka alami. Kisah-kisah inspirastif yang dibagikan ini diharapkan bisa memberi semangat dan dukungan kepada perempuan yang juga mengidap penyakit yang sama.

Dilansir dari awarenessdays.com, ‘No Bra Day’ pertama kali dirayakan pada tahun 2011 dan mendapat soroton pada tahun 2015, karena dianggap malah berdampak menseksuasilasi perempuan ketimbang menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan perempuan.

Kedua, selain untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kanker payudara, ‘No Bra Day’ juga bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mereka yang ingin menyumbang demi berjalannya penelitian medis tentang penyakit ini.

1 dari 8 perempuan memiliki kemungkinan terkena risiko kanker payudara dan sepanjang hidupnya dipastikan ia harus berjuang melawan penyakit itu, dengan kemungkinan terburuk yaitu kematian. Selain ancaman kematian, kanker payudara juga memengaruhi image seorang perempuan; mulai dari kemampuannya memberi ASI, hingga dapat berakibat pada operasi mastektomi (operasi pengangkatan payudara). Anggapan bahwa payudara adalah organ yang menandakan kita adalah seorang perempuan sejati, membuat mereka yang harus melakukan mastektomi menderita depresi atau memiliki isu terhadap self-image.

Ketiga, hubungan tidak memakai bra dengan kepedulian terhadap kanker payudara. Perempuan yang telah berjuang melawan kanker payudara harus menggunakan prosthesis untuk menyembunyikan bahwa payudara mereka telah diangkat dan sebagai akibatnya, mereka tidak bisa menggunakan bra. Dengan tidak menggunakan bra dalam sehari, kita bisa meningkatkan kepedulian dan mencegah perempuan-perempuan lainnya mengalami hal serupa.

Bagi kamu yang ingin merayakan ‘No Bra Day' tetapi tidak tahu caranya, kamu bisa ikut mengkampanyekan ‘No Bra Day’ dengan ikut memposting di media sosial. Selain itu, kamu juga bisa melakukan penggalangan dana untuk membantu mereka yang sedang berjuang melawan kanker payudara.

 

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 59