Tiga Cara Cerdas Miliki Rumah Impian dengan KPR

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Ekonomi
dipublikasikan 11 Oktober 2017
Tiga Cara Cerdas Miliki Rumah Impian dengan KPR

Ingin punya rumah tapi anggaran tak kunjung mencukupi? Cobalah mengikuti program industri perbankan yang memberikan solusi lewat Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hal paling penting sebelum mengajukan kredit adalah memastikan nilai hutang tak boleh melebihi angka 30% dari pemasukan. Ingin tahu bagaimana teknik memilih KPR yang pas? Berikut ada beberapa trik untuk mengajukan KPR sesuai kantong.

Bebas dari Utang Konsumtif

Anda harus membandingkan nilai pemasukan dengan pengeluaran tetap perbulan. Pastikan Anda terbebas dari utang komsumtif atau utang yang sifatnya tidak menghasilkan pendapatan. Misalnya seperti utang kartu kredit dan utang kredit barang-barang rumah tangga.

Sesuaikan Pilihan Suku Bunga & Kenali Jenis KPR

Anda harus pintar melihat suku bunga bank. Bank sendiri menawarkan dua jenis suku bunga yakni yang pertama suku bunga tetap (fixed) dan yang kedua suku bunga mengambang (floating) dengan arti nilai suku bunga tetap pada tahun pertama, lalu berikutnya menyesuaikan acuan suku bunga Bank Indonesia. Bila jenjang karier sudah tidak mungkin naik, pilih suku bunga tetap karena relatif lebih aman dan terkendali.

Selain suku buka Anda juga harus mengenal kenali jenis KPR. Karena KPR bukan hanya sebatas KPR konvensional dan KPR Syariah. Ada pula jenis lain yang ditawarkan seperti KPR bersubsidi dan KPR BPJS Ketenagakerjaan. Kedua KPR ini menawarkan kemudahan yang berbeda mulai dari nilai uang muka hingga nilai suku bunga.

Lakukan Perbandingan

Jangan tergesa-gesa menentukan pilihan. Lakukan perbandingan fasilitas KPR ke beberapa bank sebelum memutuskan pilihan. Langkah paling mudah, memilih bank tempat menyimpan uang Anda. Sebagai pelanggan, tentu Anda bakal mendapat kemudahan dari pihak bank.

Selain tiga tips di atas, satu hal yang tidak kalah penting adalah menghitung pengeluaran lain-lain. Kalkulasi biaya keseluruhan, seperti uang muka, akad kredit, sertifikat, dan lainnya. Apabila biaya itu tak membebani anggaran, maka Anda dapat memiliki rumah impian.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 63