Bingung Hadapi Si Kecil yang Sering Bilang 'Tidak'? Coba Tiga Tips Ini

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Inspiratif
dipublikasikan 10 Oktober 2017
Bingung Hadapi Si Kecil yang Sering Bilang 'Tidak'? Coba Tiga Tips Ini

Saat balita mulai belajar bicara, salah satu kata-kata favoritnya adalah ‘tidak’ atau ‘enggak’. Awalnya kita akan merasa senang karena anak sudah bisa mengucapkan satu kata yang memiliki makna, namun lama-lama orangtua menjadi sebal sendiri dengan balita yang suka bilang tidak.

Apalagi, jika balita cenderung bilang 'tidak' pada segala hal yang dikatakan orangtua. Pasti bingung bagaimana caranya menghadapinya, karena jika dipaksa, malah bisa jadi repot nantinya. Selain kata 'tidak', dia juga akan mengalami tantrum, melemparkan alat makan hanya karena dia tidak suka, dan lain-lain. Lantas, bagaimana menanganinya? Berikut tips yang dilansir Babyology.

Ubah cara bicara Anda

Kemampuan berbicara dan bahasa anak didapat dari hasil memperhatikan dan meniru orangtuanya. Dia akan mengulang apa yang pernah didengar dan dilihat dari interaksi orang dewasa di sekitarnya. Bisa jadi tanpa sadar Anda sering mengatakan ‘tidak’ dan menggunakan kalimat negatif di depan anak. Misalnya ‘jangan sentuh itu’, ‘ibu bilang tidak’, ‘tidak boleh’, dan lain sebagainya. Hal ini tentunya bisa dipahami karena setiap orangtua pasti melakukannya.

Daripada mengatakan ‘tidak boleh teriak’, Anda bisa mengatakan ‘Dek, suara kecilin, kasihan ganggu orang yang tidur’. Contoh lain, ‘jangan manjat-manjat, bahaya’, gantilah dengan kalimat ‘Turun ya, Nak. Ibu khawatir kamu jatuh’.

Jangan bertanya, katakan perintah dengan tegas

Jika balita Anda suka sekali menjawab pertanyaan orangtuanya dengan kata ‘tidak’, saatnya berhenti mengajukan pertanyaan. Ubah pertanyaan jadi kalimat ajakan atau pernyataan. Contohnya, gantilah kalimat tanya ‘Adek mau mandi?’ dengan kalimat ‘Waktunya mandi!’ Jangan beri dia pilihan atau kesempatan untuk bilang tidak, sehingga anak tak akan sempat berpikir untuk mengatakan tidak. Kalau mau memberikan piliha, coba gunakan kalimat semisal ‘Kamu lebih suka mandi air dingin atau air hangat?’, dan lain sebagainya.

Biarkan dia memilih sendiri

Balita yang suka bilang tidak biasanya dia merasa frustasi karena hanya memiliki sedikit kemandirian atau sama sekali tidak punya. Cobalah memberinya sedikit kendali atas situasi, sehingga dia mengurangi penggunaan kata ‘tidak’. Contohnya, Anda bisa membiarkan dia memakai pakaian yang ia pilih dibandingkan selalu memilihkan pakaian. Atau mengijinkan ia membawa boneka favorit saat pergi ke rumah nenek, meskipun terlihat merepotkan.

Jika semua trik di atas gagal mengurangi frekuensi ucapan ‘tidak’ dari anak, ingatlah bahwa hal ini hanya sebuah tahapan tumbuh kembangnya. Cepat atau lambat, dia akan menemukan kata favorit baru dan melupakan kata tidak. Sebab, dia tidak akan menjadi balita selamanya, dia akan tumbuh seiring waktu.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 39