WhatsApp Masuk Tiga Aplikasi Populer yang Diblokir di China

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Teknologi
dipublikasikan 26 September 2017
WhatsApp Masuk Tiga Aplikasi Populer yang Diblokir di China

Usaha Mark Zuckerberg melakukan “pendekatan” terhadap pemerintah China tampaknya tidak membuahkan hasil. China tetap “memblokir” WhatsApp, layanan pesan instan populer yang diakuisisi oleh Facebook —perusahaan yang dipimpin Zuckerberg— pada 2014 lalu. Laporan terbaru menyebutkan bahwa aplikasi ini sudah tidak bisa dipakai oleh sebagian besar pengguna di China. Faktanya, WhatsApp merupakan salah satu dari tiga aplikasi populer yang diblokir di China. Dua lainnya yakni Facebook yang diblokir terlebih dahulu pada 2009 dan Instagram yang juga tidak bisa diakses di Negeri Panda.

Sebelumnya, pemerintah China telah berupaya memblokir WhatsApp pada bulan Juli 2017 lalu. Para pengguna WhatsApp masih bisa mengirim pesan teks, namun mendadak kesulitan dalam mengirim foto dan video lewat layanan tersebut. Awal pekan ini, keseluruhan layanan WhatsApp di China dilaporkan sudah tidak berfungsi dan pesan teks tidak lagi bisa terkirim. Menurut Nadim Kobeissi, cryptographer di firma riset Symbolic Software, cara pemblokiran dengan mengganggu fungsi layanan termasuk jarang dilakukan. “Ini bukan metode teknis biasa yang digunakan pemerintah China dalam menyensor sesuatu,” ujar Kobeissi, sebagaimana dilansir New York Times

Lokman Tsui, seoang pakar komunikasi internet di Chinese University of Hong Kong, menambahkan bahwa layanan WhatsApp sudah mengalami gangguan parah pada hari Minggu pekan lalu di China. Segelintir pengguna masih bisa memakai WhatsApp, tapi layanannya sudah demikian terbatas sehingga sama saja dengan diblokir. “Kalau Anda cuma dibolehkan melaju dengan kecepatan 1 mil per jam di sebuah jalan, Anda tentu tidak mau melewati jalan itu meskipun sebenarnya tidak diblokir secara teknis,” ujar Tsui memberi analogi.

Pemblokiran WhatsApp berarti bahwa warga China dan pengunjung harus menggunakan layanan alternatif seperti WeChat, aplikasi layanan instan buatan lokal di China yang memiliki 963 juta pengguna aktif.

 

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 124