Tiga Bencana Gempa Bumi Terbesar dalam Sejarah

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Sejarah
dipublikasikan 20 September 2017
Tiga Bencana Gempa Bumi Terbesar dalam Sejarah

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa jutaan kali gempa bumi terjadi di seluruh dunia setiap tahunnya, sebagaimana diprediksi Badan Geologi Amerika Serikat (USGS). Setiap tahun, setidaknya ada gempa berkekuatan 8 Skala Richter (SR) yang mengguncang bumi. Bencana gempa bumi ini bisa memakan korban jiwa dalam jumlah yang cukup besar. Bahkan beberapa di antaranya termasuk gempa bumi terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah. Berikut ulasan lengkapnya yang telah kami rangkum dari beberapa sumber.

Gempa Bumi di Chile sebesar 9,5 SR

Gempa bumi terdahsyat di dunia yang pernah tercatat dalam sejarah terjadi di selatan Chile pada 22 Mei 1960 dengan kekuatan 9,5 SR. Sedikitnya 1.655 orang meninggal, 3.000 orang terluka, 2 juta penduduk kehilangan tempat tinggal dan negara mengalami kerugian sebesar USD 550 juta atau setara Rp7,2 triliun. Pada masa itu, guncangannya bahkan menyebabkan tsunami dan terasa hingga ke Hawaii, Jepang, Filipina dan wilayah pantai barat Amerika Serikat. Dua hari kemudian, gunung berapi Puyehue di Pegunungan Andes, Chile meletus selama beberapa minggu.

Gempa Bumi di Alaska, Amerika Serikat 9,2 SR

Gempa bumi terdahsyat kedua dalam sejarah pernah melanda Alaska pada 1964. Tidak hanya sekali, tetapi dua hari berturut-turut, yakni 27 dan 28 Maret. Daya guncangnya mencapai 9,2 SR, sehingga memicu gelombang pasang tsunami. Sedikitnya 131 orang meninggal akibat gempa tersebut, 122 di antaranya ditelan tsunami. Negara pun mengalami kerugian hingga USD2,3 miliar atau setara Rp30,3 triliun.

Gempa Bumi di Aceh, Indonesia 9,1 SR

Pada 26 Desember 2004, warga Aceh dikejutkan dengan gempa bumi berkekuatan 9,1 SR. Jumlah korban akibat bencana itu tidak diketahui secara pasti. Kementerian Sosial Indonesia mencatat sedikitnya 105 ribu orang meninggal akibat bencana ini. Namun data berbeda ditampilkan Reuters, yang melaporkan korban tewas di Aceh dan Sumatera Utara lebih dari 168 ribu orang. Perbedaan ini diduga terjadi karena bantuan terlambat masuk. Helikopter untuk membawa bantuan sandang dan pangan, serta obat-obatan sulit melakukan pendaratan karena medan yang hancur total.

Indonesia tidak menjadi satu-satunya negara yang dirundung duka akibat gempa tersebut. Kawasan di pantai barat Semenanjung Malaysia, Pantai Timur India, Sri Lanka, Thailand dan Pantai Timur Afrika juga terkena imbasnya. Jika diakumulasikan, jumlah korban tewas menembus angka 500 ribu jiwa.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 62