Tiga Manfaat Positif Membiasakan Anak Menulis Buku Harian

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Inspiratif
dipublikasikan 18 September 2017
Tiga Manfaat Positif Membiasakan Anak Menulis Buku Harian

Waktu kecil, sebagian dari kita yang sudah dewasa mengenal buku harian. Namun, anak-anak di masa sekarang rasanya sudah agak asing dengan kebiasaan menulis buku harian. Sebagai orangtua, tidak ada salahnya Anda kembali menghidupkan budaya menulis buku harian dan mengajarkannya kembali kepada anak.

Mengutip dari laman SheKnows, menulis buku harian ternyata memberikan dampak positif bagi perkembangan buah hati Anda. Berikut beberapa alasan mengapa anak sebaiknya dibiasakan menulis buku harian.

Melatih kemampuan menulis

Baik menulis buku harian dengan tangan atau secara elektronik, kebiasaan ini secara langsung dapat melatih kemampuan anak dalam menulis. Sebab, anak harus memikirkan apa yang akan diangkatnya dalam buku harian. Apabila anak merasa sulit menemukan topik untuk ditulis dalam buku harian, bantulah dengan memberi masukan tentang topik sederhana, seperti perjalanan Anda dan dia saat berlibur di akhir pekan atau tentang aktivitas di sekolah bersama teman-temannya.

Mendorong kreativitas dan ekspresi diri

Anak dapat memanfaatkan buku harian untuk menulis deskripsi tentang hal yang disukainya atau menuangkan perasaannya. Perlu dipahami bahwa buku harian juga mampu menjadi sarana untuk mengekspresikan diri tanpa batas dan mendorong kreativitas anak. Saat anak kesulitan menyampaikan sesuatu secara lisan, kebiasaannya dalam menulis dapat menjadi alternatif lain untuk mengomunikasikan isi pikirannya kepada orang lain yaitu melalui tulisan.

Mendorong refleksi diri 

Orang-orang yang sukses biasanya memiliki satu kesamaan, yakni mereka secara berkesinambungan melihat kembali tindakan mereka di masa lalu. Menilik kembali perilaku memungkinkan mereka untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, dan menyesuaikan perilaku di masa mendatang. Menulis buku harian membantu anak untuk merefleksikan diri. Salah satunya mengenai capaian akademik di sekolah. Misalnya saja, mata pelajaran apa yang ingin diperbaiki nilainya dan apa alasannya ingin diperbaiki.

Jika kebiasaan membaca mampu meningkatkan wawasan anak, maka menulis mampu memancing anak melahirkan sekaligus mengembangkan gagasan berdasarkan wawasannya.

 

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 55