Indonesia Masuk Tiga Target Serangan Ransomware Terbanyak di Asia Fasifik

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Teknologi
dipublikasikan 15 September 2017
Indonesia Masuk Tiga Target Serangan Ransomware Terbanyak di Asia Fasifik

Laporan keamanan tengah tahun perusahaan solusi keamanan jaringan yang berbasis di Jepang, Trend Micro, mengungkapkan bahwa selama Januari 2016 hingga Juni 2017, sebanyak 33,77 persen dari total ancaman ransomware global terdeteksi masuk ke kasawan Asia Pasifik. Trend Micro mencatat terdapat lebih dari 38 miliar serangan yang terdeteksi sepanjang semester pertama 2017.

Dari angka tersebut, 7,44 persen di antaranya terdeteksi di wilayah Indonesia yang membuat negara ini berada di posisi ketiga setelah India dan Vietnam. Jika dibandingkan dalam skala global Indonesia memiliki persentase 2,49 persen.

Problem yang sering terjadi adalah kebanyakan sudah terserang baru menyadari pentingnya solusi keamanan. Lebih dari itu, karena bad guy semakin lama semakin pintar, proteksi tradisional tidak cukup sehingga memerlukan keamanan berjenjang.

Tidak hanya dari teknologi, segi sumber daya manusia juga perlu diperhatikan. Pelatihan tentang serangan siber dirasa perlu dilakukan. SOP, seperti tidak boleh colok USB sembarangan. Kemudian, training anti-spam, dan phishing.

Sektor paling rawan diserang ransomware, biasanya layanan publik yang berpengaruh kepada masyarakat luas. Selain itu, sektor perbankan dengan online banking masih berisiko. Ditemukan lebih dari 2.000 serangan online banking di Indonesia pada semester pertama 2017.

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 24