Tiga Lahan Pekerjaan Paling Subur Bagi Para Coder di Era Digital

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Teknologi
dipublikasikan 14 September 2017
Tiga Lahan Pekerjaan Paling Subur Bagi Para Coder di Era Digital

Kebutuhan pasar atas pekerjaan ahli kode komputer alias coder dan programmer terus meningkat. Laporan dari Burning Glass, sebuah perusahaan analisis pasar tenaga kerja, di 2016 menunjukkan ada tujuh juta lapangan pekerjaan bagi para coder dan hal itu sangat impresif sejauh 12% dari rata-rata serapan lapangan pekerjaan secara global.

Setidaknya ada lebih dari lima lapangan pekerjaan utama yang akan dengan mudah membuka pintu bagi para coder. Tiga di antaranya yaitu pekerja di bidang IT, analis data, dan engineer. Keberadaan coder dibutuhkan nyaris di semua lini yang menyangkut kehidupan manusia secara aplikatif, semisal mereka yang berkerja di bidang finansial, manufaktur, dan kesehatan. Pada 2015, data BLS mengungkap dari 26 juta lapangan pekerjaan di Amerika Serikat, kemampuan pemrograman komputer dan coder paling dicari ketimbang pekerjaan lainnya.

Dari sisi pendapatan, Burning Glass mencatat pendapatan seorang coder lebih tinggi US$22 ribu daripada pekerja profesional lainnya dalam rata-rata per tahun. Bagaimana dengan di Indonesia? Kehadiran coder mulai terasa geliatnya dan hal itu akan terus berkembang. Program pemerintah 1.000 start-up menjadi salah satu pertanda teknologi tak bisa dibendung dan negara sadar akan hal itu.

CEO Refactory.id, sebuah perusahaan penyelenggara bootcamp pemrograman, Taufan Aditya, mengakui peluang besar terbuka lebar, terlebih untuk pasar Asia, termasuk Indonesia bagi para programmer dan ahli bahasa komputer. Asia diibaratkannya tanah tak bertuan, pemainnya masih sedikit yang benar-benar ada di kelas profesional, terlebih di Indonesia. Ia membayangkan ladang industri yang begitu luas dengan keterbatasan petani penggarap di bidang teknologi akan menjadi masalah.

Pemerintah berencana hendak memberikan akses internet di seluruh Nusantara yang ditargetkan diraih pada 2019. Akses internet dan kehadiran para coder tak bisa dipisahkan. Dengan koneksi internet yang baru dirasakan tidak lebih dari 80 juta orang Indonesia, bisa dibayangkan seberapa besar peluang saat internet telah diakses di seluruh Nusantara.

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 136