Festival Payung Indonesia: Tiga Rangkaian Acara Menarik di Liburan Akhir Pekan

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Budaya
dipublikasikan 14 September 2017
Festival Payung Indonesia: Tiga Rangkaian Acara Menarik di Liburan Akhir Pekan

Awal September lalu, ratusan payung berukuran kecil dan dua payung berukuran besar menghiasi Bandara Adi Soemarmo, Solo. Suasana kaku dan tertib khas bandara juga cair seketika saat munculnya beberapa penari yang mengenakan payung dan pakaian tradisional. Suguhan tarian dan dekorasi bandara yang menyematkan ratusan payung tersebut menandai peluncuran Festival Payung Indonesia 2017 yang akan digelar di Pura Mangkunegaran pada 15-17 September mendatang.

Mengusung tema ‘Sepayung Indonesia’, Festival Payung Indonesia ini diharapkan mampu merajut atau mempererat lagi kebersatuan bangsa, dengan menghargai perbedaan dalam keberagaman, dan berteduh bersama di bawah Payung Indonesia — Pancasila.

Festival ini terdiri dari serangkaian acara yang melibatkan sejumlah pengrajin dan seniman nusantara. Dan berita baiknya, pengunjung bisa mengikuti semua kegiatan dalam festival ini tanpa mengeluarkan biaya, sebab acara ini memang dibuka secara gratis oleh pihak penyelenggara. Lalu, apa saja agenda menariknya?

Pertama, fashion show kain lurik & payung dari Pedan Klaten. Kedua, pameran dan arak-arakan payung tradisi, payung kreasi, dan payung rajut. Pameran ini merupakan karya para pengrajin, perajut serta pelukis dari berbagai kota di Indonesia: Lhokseumawe, Medan, Lampung, Tangerang, Depok, Sukabumi, Purwokerto, Kudus, Malang, Semarang, Yogyakarta, Magelang, Madiun, Bali, Surabaya, Jakarta, Boyolali, Pati, Sukoharjo, Makassar, Klaten, dan Pacitan.

Ketiga, workshop tari, fotografi, dan tentunya workshop kerajinan payung seperti melukis dan membuat payung rajut. Workshop ini menghadirkan 6 maestro tari, yaitu Dariah (Banyumas); Ayu Bulantrisna Djelantik (Bali); Rusini (Solo); Retno Maruti (Jakarta); Didik Nini Thowok (Yogyakarta); dan lbu Hj. Munasiah Daeng Jinne (Makassar), yang akan memberi inspirasi kepada kaum muda tentang bagaimana para maestro berkomitmen terhadap dirinya sendiri dan berkarya.

Festival Payung Indonesia juga menjadi ruang ekspresi persahabatan antarbangsa. Pada kesempatan ini, akan di-launching logo sister festival (festival bersaudara) — antara Festival Payung Indonesia dan Bo Sang Umbrella Festival (Chiang Mai, Thailand). Bagaimana, tertarik untuk berkunjung ke festival payung akhir pekan ini?

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 190