Stop Gunakan Tisu Basah untuk Wajah! Ini Tiga Dampaknya

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Inspiratif
dipublikasikan 12 September 2017
Stop Gunakan Tisu Basah untuk Wajah! Ini Tiga Dampaknya

Membersihkan wajah memang telah menjadi rutinitas yang wajib dilakukan oleh hampir setiap orang usai beraktivitas. Cara membersihkan wajah yang biasa dilakukan pun beragam, entah menggunakan sabun pembersih (facial foam) atau susu pembersih (cleansing milk).

Sayangnya karena alasan kepraktisan, tisu basah kini menjadi pilihan favorit untuk membersihkan wajah. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah membersihkan wajah dengan tisu basah merupakan hal yang tepat? Well, penggunaan tisu basah sebagai alat untuk membersihkan wajah memang sebenarnya lebih banyak memberi hal-hal yang negatif, demikian dilansir Boldsky.

Pertama, jarang sekali yang tahu kalau tisu basah ternyata lebih banyak mengandung bahan-bahan kimia. Ini bisa memberi efek iritasi pada mereka yang memiliki tipe kulit wajah sensitif. Belum lagi dengan kandungan wewangian yang tinggi di dalamnya yang bisa membuat kulit semakin kering. Bahkan lebih parahnya, kulit menjadi kasar dan memerah.

Kedua, penggunaan tisu basah belum tentu mengangkat make-up dan kotoran di wajah dengan sempurna. Tisu basah justru membuat wajah Anda terasa lengket. Jadi, sebaiknya kurangi penggunaan tisu basah mulai sekarang.

Ketiga, kebiasaan menghapus make-up di area mata menggunakan tisu basah bisa menyebabkan penuaan. Ritual ini memang dirasa nyaman, tapi tahukah Anda bila kulit area mata 10 kali lebih tipis dan sensitif dibandungkan kulit di bagian tubuh lainnya? Menghapus make-up menggunakan tisu basah dapat menarik kulit Anda. Inilah yang menyebabkan muncul masalah garis-garis halus dan keriput.

Nah, sudah tahu alasannya kenapa tisu basah tidak dianjurkan untuk membersihkan make-up, kan? Memilih produk alami selalu menjadi alternatif terbaik untuk perawatan. Karenanya, usahakan untuk tidak membiasakan diri dengan sesuatu yang instan, ya.

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 28