Tiga Tokoh Penting yang 'Diuapkan' dari Sejarah

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Tokoh
dipublikasikan 12 September 2017
Tiga Tokoh Penting yang 'Diuapkan' dari Sejarah

Jang Song-thaek adalah sosok yang nama dan keberadaannya dihapus dari segala dokumen Korea Utara, penampakannya dalam foto dan video dihilangkan. Ia dihapuskan dari bukti sejarah dan dianggap tak pernah ada atau 'diuapkan'.

Jang merupakan eks wakil ketua Komisi Pertahanan Nasional Korut yang selalu berada dekat Kim Jong-un juga pemimpin sebelumnya, Kim Jong-il. "Tak heran kerja penghapusan menjadi menjadi kerja berat kantor berita KCNA dan Rodong Sinmun," demikian dikabarkan Guardian. Dalam pernyataan publik pertamanya terkait eksekusi Jang, Kim Jong-un menyebut tentang "penghapusan kotoran faksionalis". Kim Jong-un menuduh Jang berusaha membangun kekuatan sendiri di partai berkuasa, seperti dikutip BBC.

Kasus ‘diuapkan’ dari bukti sejarah juga terjadi pada beberapa tokoh penting di beberapa negara. Berikut ulasannya sebagaimana dilansir Bussiness Insider.

Nikolai Yezhov, Kepala Polisi Joseph Stalin

Nikolai Yezhov dijuluki 'Komisaris yang Hilang' di kalangan sejarawan seni. Gara-garanya, ia menghilang dari foto-foto resmi setelah dieksekusi pada 1940. Yezhov, Stalinis setia, adalah kepala polisi rahasia Stalin selama Great Purge – kampanye represi politik dan teror di Uni Soviet yang dilakukan Joseph Stalin dari 1934-1939. Tugasnya Yezhov adalah mengawasi penangkapan massal dan eksekusi terhadap mereka yang dianggap tidak loyal kepada rezim Soviet. Ironisnya, ia kemudian ditangkap, disiksa, diadili, dan dieksekusi karena dianggap tidak setia.

Joseph Goebbels, Menteri Propaganda Hitler

Awalnya, Joseph Goebbels adalah salah satu orang terbaik Adolf Hitler. Ia dianggap berharga karena semangat, ide-ide brilian, dan sikap anti-Semit. Karena itulah Sang Fuhrer mengangkatnya sebagai menteri propaganda, mengirimnya ke seluruh Jerman untuk meningkatkan kehadiran Nazi di tengah masyarakat, sembari meningkatkan semangat perang.

Goebbels dianggap sebagai pelopor dan pengembang teknik propaganda modern. Teknik jitu hasil kepiawaiannya diberi nama Argentum ad nausem atau lebih dikenal sebagai teknik Big Lie (kebohongan besar). Prinsip dari tekniknya itu adalah menyebarluaskan berita bohong melalui media massa sebanyak mungkin dan sesering mungkin hingga kemudian kebohongan tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran. Ia juga mempelopori penggunaan siaran radio sebagai media propaganda massal dengan menggunakan radio gelombang pendek yang mampu menjangkau berbagai belahan bumi.

Seperti halnya Stalin, Hitler dikenal sering menghilangkan jejak siapa saja yang tak ia sukai. Namun, tak jelas apa alasannya menghapus foto Goebbels dari foto mereka yang diambil pada 1937 yang diambil dari rumah pembuat film Jerman, Leni Riefenstahl.

Leon Trotsky, Tokoh Revolusioner Rusia

Sebelumnya, Leon Trotsky adalah kamerad dekat Vladimir Lenin. Ia menjadi salah satu pemimpin Bolshevik, suaranya amat berpengaruh di hari-hari pertama pembentukan sebuah negara besar berhaluan komunis yang kini pecah: Uni Soviet. Namun, ia lantas tak dianggap setelah ia beralih kesetiaan kepada Menshevik, memilih berpisah dari kamrad dan sesama revolusioner Vladimir Lenin. Lenin kemudian mencela Trotsky sebagai  'bajingan' pada tahun 1917, dan menghapusnya dari beberapa foto di mana mereka tampil bersama. Trotsky akhirnya diasingkan dari Uni Soviet.

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 125