Tiga Negara yang Masuk Jajaran Paling Rasis di Dunia

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Sejarah
dipublikasikan 08 September 2017
Tiga Negara yang Masuk Jajaran Paling Rasis di Dunia

Rasisme pada dasarnya merupakan prasangka dan diskriminasi terhadap orang-orang dari ras tertentu. Meski banyak negara berusaha menunjukkan bahwa mereka negara yang cinta damai, ternyata beberapa negara masih dikenal sebagai negara rasis karena perlakuan penduduk ras tertentu terhadap ras lain di negeri tersebut. Berikut tiga negara yang tergolong paling rasis seperti dilansir Listotative.

Rusia

Rusia terkenal akan praktik rasisme mereka yang masih berlaku hingga kini. Rasa nasionalisme mereka yang tinggi kerap membuat mereka tidak menghargai etnis lain. Kebencian terhadap pendatang dari Afrika, Asia, Eropa, bahkan Cina kerap mereka tunjukkan secara terang-terangan. Meski begitu, Pemerintah Rusia dan PBB masih berusaha untuk menghentikan rasisme di Rusia.

Pakistan

Meski Pakistan merupakan negara dengan mayoritas muslim, praktek rasis masih terjadi di negara ini. Konflik antara Syiah dan Sunni membawa negara ini pada perang yang berkepanjangan. Ditambah lagi hubungan dengan negara tetangga, India, yang terlalu baik juga menambah daftar rasisme dan diskriminasi yang terjadi di negara ini.

India

Negara dengan begitu banyak keanekaragaman dapat berpotensi menjadi negara yang rasis. India salah satu buktinya. Orang-orang India adalah orang yang paling rasis di dunia. Hingga hari ini, anak yang lahir di keluarga India diajarkan untuk menghormati orang-orang berkulit putih dan memandang rendah orang-orang berkulit gelap. Tak heran, orang India begitu memuja orang asing berkulit putih. Perbedaan kasta juga menambah praktik diskriminasi yang terjadi di negara ini.

Bagi kalangan tertentu, perbedaan memang kadang menjadi masalah. Namun di era modern seperti sekarang ini, di mana kita sudah mengenal ‘go a head’ atau ‘be yourself’, bukankah seharusnya perbedaan itu lebih bisa diterima?

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 88