Waspada! Sulit Tidur Bisa Akibatkan Tiga Hal Ini

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Kesehatan
dipublikasikan 07 September 2017
Waspada! Sulit Tidur Bisa Akibatkan Tiga Hal Ini

Kurang tidur bukan lagi fenomena baru yang dialami masyarakat modern. Bahkan mungkin Anda sendiri juga punya kebiasaan begadang, entah karena kerja lembur atau bersenang-senang. Tapi awas, kurang tidur tidak hanya membuat Anda jadi lesu dan mengantuk sepanjang hari, fungsi otak juga ikut merosot tajam sehingga dapat memicu munculnya beragam masalah kesehatan mental. Apa saja masalah kejiwaan yang mungkin terjadi akibat kurang tidur? Berikut ulasannya sebagaimana dilansir MensHealth.

Otak jadi lambat

Para peneliti telah menemukan bahwa akibat kurang tidur dapat menyebabkan kewaspadaan dan konsentrasi otak menurun. Tak heran jika setelah berjam-jam (atau bahkan berhari-hari) tidak tidur nyenyak, Anda jadi suka bingung sendiri, gampang lupa, dan sulit berpikir jernih. Dalam dunia medis, kondisi gangguan berpikir akibat otak yang kelelahan ini sering disebut sebagai brain fog. Tapi Anda mungkin lebih familiar dengan istilah lemot. Otak yang lemot membuat Anda kesulitan mengambil keputusan penting. Meski terkesan sepele, brain fog ini bisa jadi merupakan gejala awal dari penyakit demensia.

Gampang lupa

Ketika Anda mengantuk, Anda cenderung gampang lupa. Selain karena konsentrasi dan fokus otak yang memburuk, akibat kurang tidur, ingatan juga perlahan memburuk. Pasalnya selama tidur, saraf-saraf dalam otak yang menyimpan ingatan punya kesempatan memperbaiki diri. Menurut seorang ahli dari Fakultas Kedokteran Universitas Maryland di Amerika Serikat (AS), dr. Avelino Verceles, saat tidur, otak merekam berbagai hal yang telah kita pelajari dan alami seharian ke dalam ingatan jangka pendek. Itu sebabnya Anda juga tidak boleh pergi tidur dalam keadaaan marah.

Memicu penyakit mental

Kurang tidur memang bukan penyebab langsung dari gangguan kejiwaan. Meskipun begitu, beragam penelitian menemukan adanya potensi besar kemunculan beberapa penyakit mental, seperti depresi, ADHD, gangguan kecemasan, dan gangguan bipolar sebagai akibat kurang tidur. Pada sebuah penelitian, para ahli menemukan bahwa insomnia dan gangguan tidur lainnya mungkin memperparah episode mania (manic) atau depresi (depressive) pada pasien dengan gangguan bipolar. Kurang tidur itu sendiri dipercaya dapat memicu episode mania, yaitu fase ledakan emosi atau perilaku yang tak terkendali.

Banyak sekali faktor yang bisa menyebabkan seseorang sulit tidur. Namun, banyak cara yang bisa dicoba untuk meningkatkan kualitas tidur Anda. Sebab jika dibiarkan, masalah sulit tidur ini akan membawa banyak dampak buruk dalam kehidupan Anda.

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 48