Seni Mural dan Kehidupan: Tiga Hal yang Kerap Disuarakan

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Lainnya
dipublikasikan 06 September 2017
Seni Mural dan Kehidupan: Tiga Hal yang Kerap Disuarakan

Mural pada perkembangannya telah menjadi bagian dari seni publik yang melibatkan komunikasi dua arah. Seniman mural melakukan komunikasi secara visual kepada masyarakat terhadap apa yang ingin dicurahkannya, sedangkan masyarakat sebagai penikmat dalam praktiknya mampu berinteraksi langsung kepada seniman. Hal ini menunjukkan bahwa seni mural juga mampu berinteraksi secara verbal.

Mural tidak hanya berdiri sendiri tanpa kehadiran makna. Banyak pesan yang dihadirkan melalui mural dengan mencitrakan kondisi sekelilingnya, jadi selain untuk kepentingan estetik, mural juga dapat menyuarakan kondisi sosial budaya, ekonomi dan juga politik.

Sosial Budaya

Hubungan sosial tergambarkan dengan adanya relasi yang cukup erat antara gambar dalam mural dengan kondisi sosial, ikon, maupun simbol wilayah setempat menjadi kekhasan tersendiri. Mural di Jakarta akan berbeda dengan mural di Bandung maupun mural di Yogyakarta berdasarkan pengambilan ikon tertentu. Ikon tokoh dalam pewayangan yang lebih dekat dengan Yogyakarta dapat digunakan untuk mencitrakan wilayah tersebut. Tujuannya untuk memunculkan kultur khas dari suatu wilayah, sehingga mural tidak sekadar media seni rupa yang  berbicara tanpa pesan, tetapi mampu memunculkan identitas kota dan kekayaan budaya yang dimilikinya.

Ekonomi

Pesan dalam mural kerap menyuarakan pentingnya ekonomi untuk kemajuan bersama, terutama untuk kalangan menengah ke bawah. Namun belakangan ini, perusahaan-perusahaan besar memanfaatkan seni mural untuk kepentingan promosi dalam memasarkan produknya. Mural semacam ini sering menimbulkan nilai negatif dalam penerapanya. Ada kekhawatiran bahwa pemanfaatan mural sebagai media iklan akan menambah polusi visual seperti halnya billboard atau spanduk berukuran besar di area yang ramai dilalui orang.

Politik

Mural dengan pesan politik biasanya menjamur di negara-negara sosialis maupun negara yang sedang berkecamuk. Mural di negara-negara tersebut biasanya menyuarakan kepatuhan terhadap ideologi yang dianut, dukungan kepada pemerintah hingga ajakan untuk melawan pemerintah. Di Kuba, mural mudah ditemui di jalan-jalan utama sebagai bentuk penyanjungan terhadap pahlawan-pahlawan mereka.

Bagi Anda yang mengalami kesulitan dalam menuangkan inspirasi maupun aspirasi, barangkali mural bisa menjadi solusi. Sebab selain memiliki nilai keindahan, mural juga dapat menjadi media untuk berkomunikasi.

 

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 52