Tiga Peristiwa Genosida yang Paling Dikenal dalam Sejarah

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Sejarah
dipublikasikan 05 September 2017
Tiga Peristiwa Genosida yang Paling Dikenal dalam Sejarah

Menjadi seorang minoritas bukanlah perkara gampang. Di beberapa negara, minoritas selalu ditekan dengan sekuat tenaga agar pergi atau bahkan musnah. Banyak dari mereka yang akhirnya harus menemui kematian secara mengenaskan dalam peristiwa genosida yang terstruktur dengan baik.

Dalam sejarahnya, peristiwa genosida terhadap kaum minoritas banyak terjadi di dunia ini. Mereka terus dibuat menderita hingga akhirnya benar-benar habis dari muka bumi ini. Berikut daftar peristiwa genosida terparah dalam sejarah umat manusia. Beberapa di antaranya bahkan masih bertahan hingga sekarang.

Etnis Tutsi di Rwanda

Pada tahun 1994, Rwanda mengalami kekacauan yang teramat parah. Kerusuhan terjadi di mana-mana dengan target mereka yang berasal dari etnis Tutsi, minoritas dengan total penduduk 15% dari seluruh populasi di Rwanda. Dalam 3 bulan ada sekitar 800.000 warga dari etnik Tutsi yang menjadi korban dalam peristiwa genosida ini. Kasus ini akhirnya dibawa ke ranah internasional. Para petinggi yang memimpin negeri itu di masa lalu diciduk atas kejahatan yang mereka lakukan.

Orang Yazidi di Irak

Yazidi adalah salah satu kelompok agama kuno yang ada di kawasan Irak. Mereka menyembah tuhan yang diwujudkan sebagai dewa merak bernama Melek Taus. Mereka yang menyembah patung dewa tersebut dianggap sebagai aliran sesat oleh beberapa kelompok agama mayoritas dan juga kelompok teroris berdarah dingin. Atas dasar tersebut, setidaknya lebih dari 5.000 orang menjadi korban dalam peristiwa ini.

Muslim di India

Dalam sejarahnya, Muslim dan Hindu di India selalu terlibat banyak sekali konflik. Salah satu yang terkenal adalah konflik di kawasan Kashmir yang bertahan sampai sekarang. Sebelum peristiwa di Kashmir berlangsung, di India sudah banyak sekali bermunculan kasus dengan beragam kedok yang menjadi pemicu konflik. Pada tahun 1947 peristiwa genosida terhadap muslim terjadi di Jammu. Selanjutnya ada Operasi Polo yang difokuskan untuk operasi besar-besaran di Hyberabad. Peristiwa tersebut terus berlanjut di Neille tahun 1983, Hasimpura tahun 1987, dan masih banyak lagi. Muslim di India mayoritas berada pada strata sosial yang rendah. Keadaan ini membuat mereka mudah ditekan kemudian disingkirkan.

Menjadi bagian dari mayoritas tidak lantas membuat kita punya kuasa untuk menekan kalangan minoritas. Sebab sebagai warga negara, semua orang mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Maka melakukan kesewenangan sama saja memamerkan kedangkalan dari cara berpikir kita.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 137