Tiga Bom Nuklir Terdahsyat Sepanjang Sejarah

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Sejarah
dipublikasikan 05 September 2017
Tiga Bom Nuklir Terdahsyat Sepanjang Sejarah

Ketika Anda memikirkan tentang senjata nuklir, hal pertama yang mungkin muncul dalam pikiran adalah serangan yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. Peristiwa pengeboman tersebut mengubah dunia selamanya, sejak tes pertama pada tahun 1945, sebanyak 2,475 bom nuklir telah diledakkan di seluruh dunia dan terus berkembang secara signifikan menjadi lebih kuat. Dari 2.475 ledakan nuklir, lebih dari 85 persen dilakukan oleh dua negara adidaya yakni Amerika Serikat (1.132 bom) dan bekas dari Uni Soviet (981 bom).

Pada tanggal 6 Agustus 1945, bom Hiroshima menghasilkan ledakan sebanyak 15 kiloton atau 15.000 ton sebesar TNT dan tiga hari kemudian, Nagasaki menerima ledakan sebanyak 21 kiloton. Dari sekian jenis bom yang ada di dunia, berikut ini ada tiga bom yang daya ledaknya termasuk kategori terbesar di dunia seperti dilansir National Geographic.

Pertama, bom milik Amerika Serikat yang disebut dengan B83 dapat menghasilkan ledakan sebesar 1,2 megaton. 1 megaton memiliki hasil sama dengan 1 juta ton TNT, artinya B83 dapat menghasilkan ledakan 80 kali lebih kuat daripada bom Hiroshima. Kedua, terdapat juga sebuah bom bernama Castle Bravo dengan ledakan mencapai 15 megaton atau 1.000 kali lebih kuat daripada bom Hiroshima.

Ketiga, Tsar Bomba, yakni bom berkekuatan 50 megaton atau 3.333 lebih besar dari bom Hiroshima. Pada Oktober 1961, Uni Soviet menciptakan ledakan terbesar sepanjang sejarah ketika merilis Tsar Bomba di kepulauan Novaya Zemlya di Samudra Arktik. Ledakan itu begitu kuat, jendela-jendela hancur di Norwegia dan Finlandia dan gelombang listrik yang mengelilingi seluruh dunia sebanyak tiga kali. Uni Soviet juga mengatakan bahwa memiliki rencana untuk membuat sebuah bom yang memiliki kekuatan dua kali lebih kuat dari Tsar Bomba.

Sebelum uji coba ledakan nuklir tersebut, PBB telah mengirimkan banding resmi meminta Soviet untuk tidak melanjutkan program pengujian nuklirnya karena dinilai dapat membahayakan kesehatan jutaan orang di dunia. Namun hal itu tak digubris pemerintah Negeri Beruang Merah tersebut.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 62