Tiga Pedang Penting yang Menjadi 'Saksi' Sejarah Dunia

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Sejarah
dipublikasikan 04 September 2017
Tiga Pedang Penting yang Menjadi 'Saksi' Sejarah Dunia

Pedang diciptakan pertama kalinya pada Zaman Perunggu. Peninggalan pedang berbahan tembaga itu ditemukan di situs purbakala di Pakistan. Menjelang Abad Pertengahan, pedang besi dan baja diproduksi secara massal dan digunakan dalam peperangan. Pada masa itu, jenderal kerajaan, raja, dan kaisar memiliki pedang pribadi yang dibuat oleh pembuat pedang terbaik. Diringkas dari beberapa sumber, berikut ini adalah tiga pedang penting yang menjadi ‘saksi’ sejarah dunia.

Tomoyuki Yamashita

Tomoyuki Yamashita adalah seorang jenderal Kekaisaran Jepang pada masa Perang Dunia II. Si "Macan Malaya" menjadi terkenal setelah menduduki Malaya dan Singapura yang dulu masih menjadi koloni Inggris. Seusai perang, Yamashita diadili terkait kejahatan perang terkait Pembantaian Manila dan sejumlah kejahatan lain di Filipina dan Singapura.

Selama karier militer, Yamashita memiliki pedang pribadi yang dibuat oleh pembuat pedang terkenal Fujiwara Kanenaga antara 1640 dan 1680. Gagangnya dibuat ulang pada 1900-an. Pada 2 September 1945, pedang Samurai dan pasukannya diserahkan oleh Yamashita kepada pihak AS. Pedang itu dibawa oleh Jenderal MacArthur dan disumbangkan kepada West Point Military Museum yang menjadi tempatnya hingga sekarang.

Pedang Napoleon

Pada 1799, Napoleon Bonaparte menjadi pimpinan militer dan politik Prancis melalui kudeta. Lima tahun kemudian, senat Prancis mengangkatnya menjadi Kaisar Prancis. Selama dekade awal Abad ke-19, Napoleon dan Kekaisaran Prancis terlibat dalam perang dan konflik dengan semua kekuatan utama Eropa. Kemenangan demi kemenangan memberikan posisi dominan Prancis atas benua Eropa.

Para ahli sejarah memandang Napoleon sebagai seorang jenius dalam bidang militer dan memberi kontribusi penting pada seni peperangan. Di medan tempur, Napoleon membawa sepucuk pistol dan sebilah perang. Ia memiliki banyak senjata dan artileri. Senjatanya tiada duanya dan menggunakan bahan-bahan terbaik. Di awal 1800-an, Napoleon menghadiahkan senjata itu kepada saudara lelakinya sebagai hadiah pernikahan. Pedang itu kemudian diteruskan turun-temurun dan tidak pernah lepas dari keluarga Bonaparte hingga akhirnya dinyatakan sebagai harta milik bangsa Prancis pada 1978.

Zulfikar

Zulfikar adalah pedang milik Nabi Muhammad yang diwariskan kepada sepupunya sekaligus menantunya Ali.  Menurut beberapa penjelasan, Nabi Muhammad memberikan Zulfikar kepada Ali saat Perang Uhud. Hadiah diberikan karena Nabi Muhammad terkesan dengan kemampuan Ali di medan tempur.

Zulfikar adalah suatu scimitar, yaitu pedang lengkung Asia Barat atau Asia Selatan. Ada beberapa gambar berbeda tentang scimitar terkenal tersebut. Sejumlah pihak menjelaskan, senjata itu memiliki dua bilah sejajar seakan menekankan kemampuan mistis dan kecepatan. Sebagian pihak lain menggambarkan pedang itu sebagai bilah berbentuk huruf- V yang terpisah.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 22