Tiga Kebiasaan “Sehat” Ini Ternyata Bisa Berbahaya, Lho!

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Kesehatan
dipublikasikan 31 Agustus 2017
Tiga Kebiasaan “Sehat” Ini Ternyata Bisa Berbahaya, Lho!

Tidak semua yang dianggap “sehat” itu baik. Seorang binaragawan berusia 25 tahun dari Australia, Meegan Hefford, meninggal karena overdosis protein, setelah ia mengonsumsi suplemen pembentuk otot secara berlebih. Hefford ternyata mengalami gangguan siklus urea, yang menurunkan kemampuan tubuh untuk memetabolisme protein.

Seperti dilansir Fox News, berikut adalah kebiasaan yang terlihat sehat, namun memiliki bahaya tak terduga.

Minum terlalu banyak air

Pada tahun 2007, Jennifer Strange yang berusia 28 tahun meninggal karena keracunan air setelah berpartisipasi dalam sebuah kontes radio yang meminta para peserta meminum air sebanyak-banyaknya untuk memenangkan sebuah konsol video-game.

"Tubuh memiliki kapasitas yang besar untuk mengeluarkan air yang Anda minum, tapi ini bukan untuk asupan yang tidak terbatas," kata ahli hidrasi Dr. Stanley Goldfarb, seorang profesor kedokteran di University of Pennsylvania sebagaimana dilansir Fox News. Kemampuan tubuh untuk menangani asupan cairan yang sangat banyak itu hanya sekitar satu jam sebelum tingkat natrium mulai menurun dan mengakibatkan cedera otak.

Berolahraga terlalu intensif

Dr. David Greuner, salah satu pendiri NYC Surgical Associates, melihat ada peningkatan pasien yang dirawat karena rhabdomyolysis, yang menyebabkan kerusakan otot rangka, karena meningkatnya latihan olahraga terlalu ekstrim. Mereka yang benar-benar mengeluarkan tenagas terlalu keras kemungkinan akan menderita kondisi ini—bahkan dalam kasus ekstrim—dapat menyebabkan gagal ginjal dan jantung karena pelepasan potasium dalam darah. Greuner menganjurkan agar orang secara bertahap membangun intensitas aktivitas olahraga dan mengonsumsi cukup kalori sebelum berolahraga untuk menghindari resiko tersebut.

Mengonsumsi kunyit

Seorang wanita California berusia 30 tahun, Jade Erick, meninggal dunia setelah diberi obat kunyit melalui infus awal tahun ini. Meskipun ada data yang mendukung efek terapeutik kurkumin, komponen kimia utama dalam kunyit, tapi ada ragam hal yang bisa berakibat fatal, kata Dr. Tania Dempsey dari Armonk Integrative Medicine. Bagi individu tertentu, kurkumin dapat dirasakan oleh sistem kekebalan tubuh sebagai sesuatu yang asing, dan saat berusaha untuk melawan bisa mengakibatkan reaksi berbahaya di tubuh mereka, yang berpotensi menyebabkan anafilaksis. Reaksi anafilaksis ini berpotensi terjadi dalam pengobatan, ramuan atau suplemen apapun.

Segala sesuatu yang berlebihan seringkali membawa dampak buruk. Oleh itu, sesuaikan gaya hidup sehat dengan kebutuhan tubuh agar tujuan sehat Anda terwujud sesuai harapan.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 20