Tiga Aksi Teror Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah Dunia

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Sejarah
dipublikasikan 22 Agustus 2017
Tiga Aksi Teror Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah Dunia

Pada Maret 2017 lalu, pusat kota London geger dengan suara tembakan yang terdengar di sekitar Gedung Parlemen Inggris. Polisi menyatakan lima orang tewas dalam insiden tersebut yang –lagi-lagi– disebut sebagai serangan teroris. Dunia mengecam serangan tersebut. Prancis yang mematikan penerangan dalam Menara Eifel-nya, pun juga Presiden RI Joko Widodo yang ikut mengecam serangan tersebut.

Namun, serangan tersebut hanya sebagian kecil dari serangan-serangan yang dilakukan para kaum ekstremis. Dengan segala cara kaum-kaum ekstremis itu –dengan militansinya– melakukan  serangan ke berbagai daerah di penjuru dunia. Nah, berikut tiga serangan kaum ekstremis paling mengerikan yang pernah terjadi dalam sejarah sebagaimana dilansir Listverse.

Teror Terhadap Polisi Sri Lanka (1990)

Hari demi hari, polisi di seluruh dunia mempertaruhkan hidup mereka untuk keselamatan orang lain. Namun, pada 11 Juni 1990, polisi di Sri Lanka menderita karena bahkan mereka tak mampu melindungi dirinya sendiri. Pada dini hari sebelumnya, sekitar 250 anggota Liberation Tigers of Tamil Eelam menyerbu kantor polisi Batticaloa, mengambil jutaan uang tunai, perhiasan, dan senjata sebelum menculik para perwira dan menyandera mereka di bandara dan gereja terdekat. Jauh sebelum malapetaka ini selesai, para militan menculik 900 petugas sebelum menghilangkan tangan mereka. Para militan tersebut mengambil barang-barang berharga, mengikat tangan, dan mengeksekusi mereka.

Serangan Bom Mobil di Yazidi, Iraq (2007)

Berawal dari perang Iraq pada Maret 2003 hingga akhir Desember 2011, serangan bom mobil menjadi salah satu serangan yang paling terkenal. Serangan paling mematikan muncul di malam hari pada 14 Agustus 2007 ketika 500 orang tewas dan 1.500 lainnya luka-luka lantaran empat mobil yang diledakkan bersamaan di Kahtaniya dan Jazeera. Serangan di bulan Agustus itu menargetkan orang-orang Yazidi, sebuah kelompok agama minoritas di Iraq yang beberapa bulan sebelumnya telah menerima surat ancaman untuk memperingatkan mereka dari serangan yang akan datang. Ancaman itu terbukti benar, dua ton bahan peledak menghancurkan gedung-gedung di seantero kota, bahkan meninggalkan keluarga yang tersisa terkubur di bawah reruntuhan.

Serangan September 11, Amerika Serikat (2001)

Serangan teroris yang peling mengerikan adalah salah satu serangan yang tidak akan pernah dilupakan oleh Amerika Serikat. Mengambil waktu pagi pada 11 September 2001, empat pesawat komersil dibajak tak lama setelah berangkat dari pantai timur. Satu pesawat menabrak sebuah lapangan dekat Shanksville, Pennsylvania. Sementara pesawat lain menghantam Pentagon di Washington DC. Dua pesawat lainnya menabrak menara kembar World Trade Center di New York. Sebanyak 996 orang tewas dan 6.000 lainnya terluka dari puing-puing gedung yang berjatuhan ke jalan-jalan di New York. Serangan ini datang dari Al Qaeda yang mengirim 19 anggota militannya untuk membajak pesawat. Meluncurkan Perang Melawan Teror, militer Amerika menginvasi pimpinan Al Qaeda, Osama bin Laden, dan membunuhnya pada tahun 2011.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 63