Mereka yang Introvert Punya Potensi Besar Jadi Pemimpin, Ini Tiga Faktanya

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Inspiratif
dipublikasikan 22 Agustus 2017
Mereka yang Introvert Punya Potensi Besar Jadi Pemimpin, Ini Tiga Faktanya

Banyak yang telah ditulis tentang perbedaan antara introvert dan ekstrovert. Buku Susan Cain Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking menyediakan berbagai sumber data yang dikumpulkan mengenai perbedaan antara introvert dan ekstrovert. Menurut Susan, proses berpikir alami yang dipekerjakan oleh ekstrovert hanya berbeda dari introvert. Yakni, ekstrovert secara alami berpikir keras sedangkan introvert lebih introspektif dan karena itu berpikir untuk diri mereka sendiri.

Dikutip dari Forbes, berikut ada tiga fakta bagaimana introvert bisa menonjol di tengah rekan mereka yang ekstrovert dan punya potensi besar untuk jadi seorang pemimpin.

Pertama, orang introvert fokus pada makna. Semua orang butuh sedikit waktu untuk dirinya sendiri. Perbedaan antara introvert dan ekstrovert di sini adalah bahwa kelompok pertama diberi energi dengan menghabiskan waktu sendirian, sedangkan yang kedua merasa seolah-olah berada dalam draf sosial, merindukan orang lain hanya untuk menyapa atau berinteraksi dengan mereka.

Kedua, orang introvert senang mendengarkan. Satu perbedaan antara introvert dan ekstrovert dengan implikasi kepemimpinan yang signifikan adalah bahwa introvert lebih banyak mendengarkan. Mereka lebih terbuka terhadap gagasan baru dan karena itu lebih mudah menerapkan saran orang lain untuk tingkat yang lebih tinggi.

Ketiga, orang introvert unggul dalam berpikir jernih. Dengan sedikit gangguan di lingkungan isolasi, introvert dapat bekerja lebih metodis (dan karena itu membuat lebih sedikit kesalahan) dan tetap bertahan dengan tantangan untuk jangka waktu yang lebih lama. Ekstrovert, di sisi lain, lebih memilih untuk fokus pada lingkungan mereka saat ini. Namun karena terlalu fokus pada lingkungan, kaum ekstrovert lebih mudah terkena gangguan sehingga mereka akan lebih sulit untuk berpikir jernih.

Setiap orang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin. Namun tidak banyak yang sadar akan jiwa kepemimpinan seseorang bahkan jika orang itu ternyata diri mereka sendiri. Padahal memilih pemimpin tidak hanya dilihat dari bagaimana ia berbaur dengan orang banyak, tetapi juga dari kematangan dan kejernihannya dalam berpikir.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 37