Tiga Cara Tingkatkan Kecintaan Anak Terhadap Sains

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Inspiratif
dipublikasikan 21 Agustus 2017
Tiga Cara Tingkatkan Kecintaan Anak Terhadap Sains

Sebuah laporan dari President’s Council of Advisors on Science and Technology of America menemukan bahwa kita perlu meningkatkan jumlah siswa yang menerima gelar sarjana ilmu pengetahuan hingga 34 persen per tahun selama dekade berikutnya hanya untuk memenuhi permintaan ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap orang-orang yang ahli di bidang ilmu pengetahuan semakin tinggi.

Namun menurut Janice Earle, mantan petugas program di National Science Foundation, fokus intens pada matematika dan membaca dalam beberapa tahun terakhir telah mengikis pelajaran biologi, kimia, dan fisika di kelas. Bahkan ketika mata pelajaran ini diajarkan, guru cenderung memiliki sedikit pelatihan dan kekurangan sumber daya untuk memimpin eksperimen yang sangat penting untuk memicu ketertarikan pada sains.

Dengan demikian, perlu ada inisiatif dari orangtua untuk membuat anak lebih mengenal dan mencintai sains. Berikut ini ada beberapa cara untuk meningkatkan kecintaan anak terhadap sains sebagaimana dilansir Parents.

Go beyond the classroom

Tiga dari empat pemenang Hadiah Nobel dalam sains menemukan gairah mereka di luar lingkungan sekolah, demikian menurut sebuah analisis yang diterbitkan di Education Week. Jadi carilah kegiatan ekstrakurikuler dengan fokus pada eksplorasi ilmiah. Banyak sekolah dasar menawarkan kesempatan ke depan untuk mempelajari mata pelajaran seperti robotika dan forensik.

Explore together

Tidak tahu banyak tentang biologi? Jangan khawatir. Hal nomor satu yang dapat Anda lakukan adalah berbagi rasa ingin tahu Anda dengan anak, sebagaimana dikatakan Traci Wierman, yang melakukan penjajaran kurikulum untuk The Lawrence Hall of Science, di University of California, Berkeley. Mulailah dari pertanyaan seperti mengapa cahaya memantul dari air, dan luangkan waktu untuk mempelajarinya bersama dengan anak Anda.

Combat Stereotip

Untuk melawan kesan palsu bahwa sains membosankan atau ketat bagi otak, ingatkan anak Anda bahwa dia menggunakannya setiap hari. Semisal, bangunan dengan blok melibatkan fisika, dan mengajukan pertanyaan -hal favorit setiap anak- adalah persis apa yang menyebabkan terobosan ilmiah. Sementara itu, studi menunjukkan banyak anak perempuan seperti halnya anak laki-laki yang memiliki sikap positif terhadap sains di sekolah dasar, meskipun anak laki-laki dua kali lebih mungkin tertarik pada teknologi, sains, dan matematika.

Mempelajari sains akan membuat anak lebih mengenal dan mencintai lingkungannya. Karena itulah sangat penting untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap sains.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 55