Tiga Mitos Minuman Beralkohol yang Perlu Anda Tahu

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Lainnya
dipublikasikan 18 Agustus 2017
Tiga Mitos Minuman Beralkohol yang Perlu Anda Tahu

Apakah Anda seorang penikmat minuman beralkohol? Nah, Anda mungkin sudah sering mendengar macam-macam mitos tentang minuman beralkohol. Kalau Anda mendengar mitos-mitos seputar minuman beralkohol, sebaiknya cek dulu informasi tersebut pada sumber yang terpercaya. Pasalnya, alkohol adalah zat stimulan yang sebenarnya tergolong obat. Meski demikian, mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah banyak tetap akan memberikan efek depresi pada otak dan tubuh.

Berikut beberapa mitos tentang minuman beralkohol yang sebaiknya mulai Anda tinggalkan.

Minum alkohol bisa bikin tidur nyenyak

Anda mungkin pernah ditawari alkohol saat sedang stres atau susah tidur. Memang banyak yang percaya kalau alkohol bisa membuat Anda lebih tenang sehingga bisa tidur nyenyak. Tapi tunggu dulu. Mengonsumsi minuman beralkohol sebelum Anda tidur malah akan mengganggu kualitas tidur Anda, khususnya pada tahap tidur REM (rapid eye movement). Kalau Anda tidak bisa masuk tahap REM, siklus tidur Anda akan terganggu. Anda pun lebih rentan terbangun di tengah malam. Selain itu, minuman beralkohol bersifat diuretik. Ini berarti Anda akan sering mengeluarkan cairan dalam tubuh, misalnya lewat keringat atau buang air kecil. Berkeringat atau ingin buang air kecil di malam hari tentu bisa membuat tidur Anda tidak nyenyak.

Makin lama disimpan, wine akan makin berkualitas

Ini belum tentu, karena sebenarnya setiap jenis wine itu berbeda-beda. Beberapa jenis wine tidak akan bertambah kualitasnya kalau sudah lewat satu tahun dari masa produksinya. Bahkan wine yang sudah lewat dari tanggal kedaluwarsanya pasti kehilangan banyak sekali kandungan antioksidannya. Memang ada jenis anggur yang makin lama justru makin enak dan berkualitas. Akan tetapi, Anda harus bisa membedakan mana yang bisa disimpan lama dan mana yang harus dikonsumsi sebelum lewat tanggal kedaluwarsa.

Kebanyakan minum bir bikin perut buncit

Anda pernah dengar istilah “beer belly”? Istilah ini banyak digunakan untuk pria berperut buncit yang suka minum bir. Padahal, sebenarnya seseorang bisa jadi buncit bukan cuma karena kebanyakan minum bir, melainkan karena kelebihan kalori juga dari makanan. Jadi, orang yang perutnya buncit belum tentu disebabkan oleh kebanyakan minum bir.

Alkohol memang tidak termasuk minuman sehat. Namun, bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsi minuman beralkohol sama sekali untuk menjaga pola hidup yang sehat. Selain menyehatkan jantung, sesekali minum alkohol dalam jumlah yang wajar juga bisa membantu Anda merasa lebih rileks.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 40