Tiga Pengusaha yang Meraup Kesuksesan dari Kertas Bekas

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Tokoh
dipublikasikan 10 Agustus 2017
Tiga Pengusaha yang Meraup Kesuksesan dari Kertas Bekas

Ada banyak barang tidak terpakai di sekitar kita, salah satu yang mungkin mudah dijumpai adalah kertas-kertas bekas yang menumpuk dan tidak terurus. Namun, tahukah Anda bahwa kertas-kertas tersebut dengan berbekal ketelatenan sebenarnya bisa disulap menjadi berbagai macam kerajinan menarik yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Seperti tiga orang berikut ini, mereka mampu menjadikan kertas-kertas bekas yang tidak terpakai menjadi berbagai macam kerajinan menakjubkan, bahkan mereka juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan dengan omset hingga ratusan juta dalam sebulan. Ingin tahu siapa saja?

Pengusaha suvenir pernikahan dan ulang tahun

Pemilik CV. Bintang Emas, Yunita Adistira, asal Bekasi, berhasil meraih kesuksesan dengan mengubah kertas-kertas bekas yang awalnya hanya digunakan sebagai alas pembungkus makanan menjadi berbagai jenis souvenir menarik untuk acara pernikahan dan ulang tahun. Ia mengaku, awal usahanya tersebut terinspirasi dari hobinya mengolah limbah kertas bekas untuk mengisi waktu luang. Kini, usahanya telah berkembang pesat, menurutnya masyarakat sangat tertarik untuk membeli hasil karyanya karena sangat unik dan menarik.

Pengusaha panel atau ornamen dinding

Saat krisis ekonomi melanda Indonesia pada tahun 1997 silam membuat Sumarsono, seorang karyawan di salah satu perusahaan periklanan di Jakarta, harus menerima dirinya di PHK dari tempatnya bekerja. Namun, hal tersebut tidak membuatnya lantas patah semangat. Pada tahun 2007, Sumarsono berusaha bangkit dengan mengolah bubur kertas menjadi panel atau ornamen hiasan dinding. Mengetahui karyanya bisa dijual, ia pun memperbanyak produksi hingga akhirnya sekarang dikenal luas hingga kawasan Bogor, Cibinong dan Depok.

Pengusaha perkakas rumah tangga

Adalah Yusuf, 35, asal kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Melalui tangan-tangan terampilnya beragam bentuk perkakas rumah tangga seperti vas bunga, asbak, taplak meja, keranjang sampah, kap lampu, tempat alat tulis, wadah telefon genggam, tas wanita, hingga sandal jepit telah dibuatnya. Untuk bisa menjadi sebuah produk menarik, teknik yang ia gunakan sebetulnya sangat sederhana. Pertama-tama kertas bekas dipotong sesuai ukuran lalu dipelintir menggunakan batang lidi, setelah itu dianyam sedemikian rupa sesuai bentuk yang diinginkan lalu diberi lem. Sebagai penguat ia menggunakan kertas sak semen karena menurutnya kertas bekas sak semen lebih tahan terhadap air dan tidak mudah robek.

Rejeki serta keberhasilan sebetulnya bisa dicapai dengan memanfaatkan hal-hal yang sering kita anggap remeh. Selama kita rajin dan terus berusaha, maka kesuksesan akan menyusul setelahnya.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 29