Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Lainnya 7 Agustus 2017   17:35 WIB
Tiga Hal Penting Tentang Anak-Anak yang Melukai Dirinya Sendiri

Pernahkah Anda memperhatikan beberapa kasus tentang anak-anak yang melukai diri mereka sendiri? Luka gores di tangan atau kaki, pemakaian plester atau perban untuk menutup luka, beberapa di antaranya bukan karena kecelakaan atau berkelahi, tetapi mereka buat sendiri. Jika Anda melihat lebih jauh dalam kehidupan anak-anak usia remaja, hal semacam ini pasti akan sering Anda temui. Mengapa demikian?

Berikut ada hal-hal penting yang perlu Anda tahu tentang anak-anak yang melukai dirinya sendiri sepert dilansir MidDay.

Fifty shades of self-harm

Menurut psikiater, kecenderungan untuk melukai diri mulai muncul di usia 14 tahun, dan berlanjut sampai awal 20-an. Alasannya bermacam-macam. Kadang-kadang, itu adalah hukuman, ketika mereka merasa tidak cukup baik. Ini juga cara untuk mematikan rasa sakit emosional dengan rasa sakit fisik. Psikiater dan psikoterapis Dr Sagar Mundada menggarisbawahi dua jenis self-harm: impulsive dan direncanakan. Impulsive; terjadi saat anak tidak tahu bagaimana mengatasi emosi dan meraih benda tajam dan memotong diri sendiri. Direncanakan; merugikan diri sendiri sering terjadi pada kasus depresi remaja.

Bukan cari perhatian, tapi minta pertolongan

Dorongan yang umum adalah stres keluarga, konflik kepribadian internal, konflik identitas dan depresi yang mendasarinya. Penting agar hal ini tidak dipahami sebagai perilaku mencari perhatian. Ini adalah seruan untuk bantuan, kata Dr Zirak Marker, psikiater anak dan direktur medis Mpower, pusat kesehatan mental untuk kaum muda. Istilah klinis untuk tindakan semacam itu adalah tindakan bunuh diri non-bunuh diri, di mana orang tersebut tidak berniat membunuh dirinya sendiri.

What guardians can do?

Jadilah tangan dalam arti bahwa Anda menjalin hubungan baik dengan mereka, sehingga mereka mendatangi Anda terlebih dahulu saat mempunyai masalah. Inilah satu-satunya jalan, kuno dan paling bisa diandalkan. Tidak ada jalan pintas untuk ini. Anak itu tampak normal bagi orang luar. Namun kewaspadaan tetap dibutuhkan pada orang tua. Mereka harus berhenti berpikir bahwa ini tidak mungkin terjadi pada anak mereka, karena pada dasarnya semua orang pasti mengalami kesusahan.

Kehidupan anak-anak maupun remaja kadang tidak sesederhana yang kita lihat. Bagi kita yang melaluinya dengan baik tentu terlihat mudah dan biasa saja. Namun bagi mereka yang sedang dalam masanya, bisa jadi mengalami banyak kesulitan.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

Karya : Inspirasi Dalam Tiga