Tiga Cara Tingkatkan Kepercayaan Diri Anak

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Inspiratif
dipublikasikan 04 Agustus 2017
Tiga Cara Tingkatkan Kepercayaan Diri Anak

Anak-anak berusia 5-6 tahun mulai memiliki kecenderungan untuk membandingkan diri mereka dengan orang lain seusianya kemudian merasa tidak percaya diri. Meskipun Anda tidak dapat menghentikan anak-anak untuk mengukur dirinya terhadap orang lain, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk membantu meminimalkan kekhawatirannya seperti dilansir Parents berikut ini.

Jadilah realistis

Mengatakan "Siapa yang peduli jika Nick lebih baik dalam bermain piano?", tidak akan membuat perasaannya lebih baik. Akui perasaannya dengan sebuah pernyataan sederhana, seperti "Kamu lihat Nick bisa bermain musik dengan baik, dan kamu juga ingin seperti itu, bukan?" Lalu bantu dia mengerti caranya dengan mekankan pada proses ketimbang hasilnya. Karena teman anak Anda mungkin lebih baik karena dia sudah berlatih lebih banyak atau mulai belajar lebih awal. Jadi, biarkan anak Anda memutuskan apakah dia akan menguasai tugas tertentu dan melakukan usaha yang diperlukan atau memilih mendalami hal lain yang lebih diminatinya.

Perhatikan ucapan

Pastikan Anda bukan orang yang secara tidak sengaja mengatur perbandingan yang sedang berjalan. Mendorongnya untuk berlatih adalah hal yang baik, tapi jika terlalu keras atau mengemukakan fakta bahwa teman-temannya sudah menguasai hal tersebut, dia akan berpikir tentang "lebih baik" dan "lebih buruk" hingga sampai pada kesimpulan bahwa dia lebih rendah dari teman sebayanya. Karena itu, fokuslah untuk mendukung kepentingannya, serta memuji dia atas upayanya dan penguasaannya.

Fokus pada pertumbuhan pribadi

Ajari anak Anda bahwa perbandingan yang paling penting bukan antara dia dan sahabat terbaiknya (teman sekelas atau saudaranya) tapi dia dengan dirinya di masa lalu. Anak-anak harus belajar mengukur diri terhadap dirinya sendiri. Tunjukkan berapa banyak yang telah dia perbaiki dalam waktu singkat, seperti "Ingat tahun lalu, kamu tidak bisa membaca sama sekali? Lihat seberapa jauh perkembanganmu dalam satu tahun ini!" Kemudian meyakinkannya bahwa, dengan berusaha keras dan melakukan yang terbaik, dia akan terus menjadi lebih baik.

Orangtua adalah tim pendukung paling dominan untuk menguatkan mental anak. Karenanya sebagai orangtua, sangat penting untuk tahu dan mengerti apa yang dibutuhkan anak untuk sampai pada suatu pencapaian.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 28