Kurangi Efek Buruk Fast Food dengan Tiga Tips Ini

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Kesehatan
dipublikasikan 03 Agustus 2017
Kurangi Efek Buruk Fast Food dengan Tiga Tips Ini

Mengonsumsi makanan cepat saji atau fast food memang tidak disarankan. Selain tidak baik untuk kesehatan, terlalu sering mengonsumsi makanan jenis ini juga bisa membuat Anda ketagihan. Namun jika sesekali saja, tentu masih diperbolehkan. Berikut ini kami telah merangkum beberapa tips untuk mengurangi efek buruk fast food. Yuk, simak ulasannya!

Prioritaskan memilih menu nasi

Ada baiknya memilih menu dengan nasi putih ketimbang sandwich atau burger yang dilengkapi kentang goreng. Burger dan kentang goreng jelas mengandung lemak tinggi. Burger dan sandwich umumnya diisi oleh daging olahan yang berlemak, belum lagi ada kejunya. Ditambah kentang sebenarnya adalah pengganti nasi (karbohidrat), sedangkan burger pun mengandung karbohidrat di rotinya.

Jika pesan ayam goreng, batasi makan kulitnya

Kulit ayam goreng di restoran cepat saji rasanya memang enak. Selain gurih, tentu makin nikmat jika dimakan bersama dengan sambal atau saus tomat. Namun, patut Anda ketahui, yang membuatnya gurih justru tepungnya. Jadi yang Anda nikmati itu adalah kulit dan tepung. Ayam dengan kulit mengandung tujuh gram lemak jenuh.

Hindari minuman bersoda

Membeli paket hemat biasanya sudah mendapat minuman. Nah, kalau sedang makan di restoran cepat saji, lebih baik pilih air putih saja atau lemon tea. Kandungan gula di minuman bersoda itu cukup tinggi. Artinya, ini bisa membuat badan Anda kelebihan kalori yang berujung kepada perut buncit. Selain itu, pewarna minuman bersoda bisa merusak ginjal. Minuman bersoda juga mengandung asam fosfat yang ternyata bisa membuat tulang jadi rapuh.

Tidak masalah sesekali menyantap makanan cepat saji, asalkan tidak terlalu sering. Lalu penting untuk diingat setelah makan makanan cepat saji, besok harus kembali ke pola makan sehat, ya!

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 32