Tiga Alasan Kamu Harus Ikut Dieng Culture Festival di Akhir Pekan

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Wisata
dipublikasikan 03 Agustus 2017
Tiga Alasan Kamu Harus Ikut Dieng Culture Festival di Akhir Pekan

Bersiaplah menikmati salah satu suguhan festival budaya paling memikat yang hadir di Dataran Tinggi Dieng. Perhelatan Dieng Culture Festival atau Festival Dieng akan berlangsung pada 4-6 Agustus 2017 di Kompleks Candi Arjuna. Beberapa acara utama akan hadir seperti Kongkow Budaya, Ritual Cukur Rambut Gimbal, Jazz Atas Awan, Festival Gaping Gunung, Sendra Tari Rembut Gembel, Akustik Atas Awan, Parade Kesenian, Kirab Budaya, Purwageng, serta expo UKM.

Di antara rentetan acara tersebut, berikut ini ada tiga alasan kenapa kamu harus datang ke Festival Dieng. Apa saja?

Festival Dieng di musim kemarau

Festival Dieng ini selalu diadakan di musim kemarau sekitar Juli hingga Agustus, yang mana suhu di Dieng saat itu sedang dingin-dinginnya, bahkan sampai minus 2-4 derajat cellcius. Jadi, kamu bisa merasakan sensasi tinggal di daerah dengan suhu minus. Meskipun panitia Festival Dieng menyediakan camp ground, dengan suhu serendah itu tetap tidak disarankan untuk ngecamp di sana ketika Festival Dieng atau di musim kemarau. Jadi, alangkah baiknya jika kamu memesan homestay sebelum berangkat.

Destinasi wisata yang instagramable

Kawasan Dieng ini memang banyak wisata alamnya. Kalau datang ke Festival Dieng, jangan lupa mengunjungi tempat tempat seperti Telaga Warna, Sunrise Puncak Bukit Sikunir, Telaga Cebong, Museum Kaliasa, Dieng Theatre, Bukit Ratapan Angin, dan Kawah Sikidang. Bahkan bisa mengeksplor lebih jauh ke daerah Dieng Wetan. Selain itu, kawasan Dieng juga punya kuliner khas, yaitu Mie Ongklok. Biasanya dinikmati dengan sate sapi. Ada juga yang namanya minuman Purwaceng, sejenis minuman soda penambah energi. Untuk kamu yang suka berbagi foto di instagram, tentu pemandangan dan kuliner khas ini bisa jadi objek yang keren.

Ritual pemotongan rambut gimbal

Di Dieng pasti ada anak yang berambut gimbal, dan memang harus dipotong supaya setelah itu rambutnya tumbuh normal. Biasanya si anak akan meminta sesuatu sebagai imbalan. Bahkan generasi keturunan dari tanah Dieng ini, meskipun sudah keluar dari wilayah Dieng, anak keturunannya sangat mungkin masih mewarisi rambut gimbal. Ini adalah puncak acara dari Festival Dieng. Biasanya acara ritual ini diadakan di hari terakhir.

Gimana, tertarik untuk datang ke Festival Dieng 2017 akhir pekan ini? Untuk info lengkapnya, kamu bisa membuka situs resmi Dieng Culture Festival di laman dieng.id.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 76