Ada Kota Tenda untuk Tunawisma, Ini Tiga Faktanya

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Lainnya
dipublikasikan 21 Juli 2017
Ada Kota Tenda untuk Tunawisma, Ini Tiga Faktanya

Tunawisma yang ada di Indonesia dengan yang ada di luar negeri memiliki wajah yang berbeda. Perbedaan ini terlihat sangat kentara. Pasalnya, tunawisma yang ada di Indonesia sering terlihat beristirahat dengan santainya di emperan-emperan toko, gedung-gedung atau ruko yang tidak terpakai, bahkan di bawah kolong jembatan.

Di Amerika Serikat, tunawisma tidak mendirikan rumah di kolong-kolong jembatan, dan tidak tidur di emperan toko. Mereka justru membangun sebuah tenda yang biasa digunakan para pencinta alam untuk mendaki gunung. Mereka hidup dalam tenda yang mereka dirikan disebuah kawasan hingga diikuti oleh tuna wisma lainnya dan membentuk sebuah kota ‘tenda’.

Penasaran seperti apa? Berikut ulasannya yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.

Memiliki ‘Walikota’ dan Aturan

Sebagai tunawisma, mereka memiliki peraturan yang harus ditaati. Kota ‘tenda’ yang dibangun sebagai alternatif tempat penampungan dan jalan tersebut memiliki aturan yang dibuat oleh walikotanya.

Berdasarkan data Pusat Hukum Nasional Tentang Tunawisma dan Kemiskinan (The National Law Center on Homelessness & Poverty), ada sekira 100 komunitas tenda yang ada di Amerika Serikat dan kabarnya kota tenda ini semakin meningkat jumlahnya seperti dikutip dari CNN.

Kebebasan Alasan Utama Mendirikan Kota Tenda

Kota tenda biasanya banyak dijumpai di daerah yang langka ruang hunian dan harga perumahan tidak terjangkau. Banyak tuna wisma yang mengatakan mereka lebih memilih tinggal di tenda meski tersedia tempat penampungan karena ada satu alasan besar, yaitu kebebasan.

Ya, kebebasan jadi alasan utama para tuna wisma, sebab di tempat penampungan banyak aturan ketat yang terasa mengekang mereka.

Kota Tenda Lebih Aman

Beberapa tuna wisma yang telah tinggal di dalam tenda mengaku kota tenda jauh lebih aman daripada tempat penampungan, karena rasa solidaritas di kota tenda sangat tinggi. Mereka yang termasuk dalam tunawisma dan tinggal di sebuah kota tenda memang membutuhkan dukungan yang tinggi satu sama lain, rasa solidaritas ini muncul karena saling merasa senasib sepenanggungan, tidak memiliki rumah, dan hidup sederhana.

Kota tenda terlihat seperti sekumpulan orang-orang yang sedang kemah di sebuah area perkemahan di alam terbuka. Namun, perbedaannya mereka berkemah setiap hari, setiap malam, dan dalam waktu yang cukup lama entah sampai kapan.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 96