Bingung Bagaimana Menasihati Anak? Coba Tiga Trik Ini, Yuk!

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Inspiratif
dipublikasikan 12 Juli 2017
Bingung Bagaimana Menasihati Anak? Coba Tiga Trik Ini, Yuk!

Karakter yang berubah-ubah seiring usia anak yang terus bertambah, membuat orangtua harus terus melakukan penyesuaian untuk berkomunikasi dengan anak, termasuk saat memberi nasihat. Karena itulah kadang kita mengalami kesulitan dalam memberi pemahan pada anak tentang kekeliruan dan kesalahan yang mereka lakukan.

Berikut ini ada trik yang bisa Anda coba untuk memberi nasihat kepada anak agar mudah diterima sperti dilansir Parents.

Memberikan Penghargaan

Orangtua seringkali baru ribut saat anak berperilaku tidak diinginkan, tapi diam saja ketika anak berperilaku baik. Padahal, sebaiknya orangtua justru ’bekerja’ ketika anaknya berperilaku positif, yaitu dengan memberi penghargaan. Hal ini membangun self concept dan self-esteem positif pada anak. Caranya simpel, biasakan menjadi pengamat yang baik setiap perilaku anak. Kalau ia memunculkan perilaku positif, langsung berikan penghargaan. Misalnya, ”Wah, Mama senang nih lihat kamu beresin mainan” atau ”Wow, wanginya anak Papa habis mandi”. Berikan penghargaan dengan tulus dari hati.

Ungkapan Ketidaksetujuan

Bukannya tidak boleh mengungkapkan ketidaksetujuan, hanya saja harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Sebaiknya jangan terlalu sering berbeda pendapat karena dapat membuat anak merasa rendah atau kurang terus, akibatnya penghargaan terhadap dirinya sendiri makin turun. Bila terpaksa, menyatakan ketidaksetujuan, lakukan dengan menggunakan alternatif perilaku. Misalnya, ”Mama lihat kamu buat bangunan, keren banget, tapi Mama pikir bahaya tuh kalau pakai botol kaca untuk bikin menaranya, nanti bisa pecah, bisa melukai kamu atau orang lain. Gimana kalau diganti pakai botol plastik yang ini aja?”

Terapkan Konsekuensi

Konsekuensi logis akan lebih efektif jika dikaitkan dengan pembuatan aturan bersama. Jadi setelah aturannya dibuat, ajak anak berdiskusi dan menyepakati konsekuensinya kalau tidak mematuhui aturan. Misalnya, kalau waktu nonton tv atau bermainnya melewati jam yang ditentukan, maka besok berkurang jatah nonton atau bermainnya. Gunakan konsekuensi secara berhati-hati dan utamakan terlebih dulu dalam proses mendidik anak. Prinsip pemberian konsekuensi selain logis juga harus segera agar terasosiasi kuat dengan perilaku yang ingin diubah, tidak berlebihan jumlahnya, disertai dengan penjelasan.

Cara yang tepat dalam menasihati anak dengan disertai komunikasi yang baik akan membuat anak lebih mampu untuk memahami apa yang dimaksud orangtuanya. Jadi, Anda tetap bisa menasihati anak tanpa harus bergulat dengan emosi yang berlebihan.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 38