Tiga Fakta Menarik Palangkaraya, Calon Ibu Kota Negara

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Lainnya
dipublikasikan 11 Juli 2017
Tiga Fakta Menarik Palangkaraya, Calon Ibu Kota Negara

Nama Kota Palangkaraya kembali mencuat dalam berbagai pemberitaan. Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah itu selalu muncul ketika wacana pemindahan Ibu Kota ramai dibicarakan. Wacana pemindahan Ibu Kota RI kembali jadi perbincangan setelah Presiden Jokowi meminta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas kembali mengkaji pemindahan ibu kota pemerintahan.

Rencana pemindahan Ibu Kota ke Palangkaraya ini memang bukan wacana baru. Wacana ini sudah ada sejak masa kepemimpinan Presiden pertama Sukarno, dan terus bergulir pada era pemerintahan Orde Baru, hingga pemerintahan Presiden Jokowi saat ini.

Berikut tiga fakta tentang Kota Palangkaraya yang menjadi calon ibu kota negara pengganti Jakarta yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.

Kota Terluas di Indonesia

Kota Palangkaraya secara geografis terletak pada 113˚30`- 114˚07` Bujur Timur dan 1˚35`- 2˚24` Lintang Selatan, dengan luas wilayah 2.678,51 Km2 (267.851 Ha) dengan topografi terdiri dari tanah datar dan berbukit dengan kemiringan kurang dari 40%. Wilayah Kota Palangkaraya terdiri dari lima kecamatan, yaitu Kecamatan Pahandut, Kecamatan Sabangau, Kecamatan Jekan Raya, Kecamatan Bukit Batu, dan Kecamatan Rakumpit dengan luas masing-masing 117,25Km2, 583,50 Km2, 352,62 Km2, 572,00 Km2 dan 1.053,14 Km2. Dengan luas luas wilayah yang begitu besar ini, Palangkaraya disebut sebagai salah satu kota terluas di Indonesia selain Kota Dumai, Tidore, dan Sorong.

Wisata Alam Menarik

Kota Palangkaraya mempunyai beberapa destinasi wisata menarik. Kota yang dilewati sungai besar ini punya banyak destinasi wisata alam. Salah satunya Sungai Kayahan. Di bantaran sungai itu sedikitnya ada belasan perahu wisata berkapasitas 10 orang, juga Kapal Motor Lasang Teras Garu yang lebih besar. Perahu wisata juga akan mengantarkan wisatawan ke beberapa lokasi menarik di sekitar sungai. Salah satunya adalah lokasi pertapaan pahlawan nasional asal Kalteng, Tjilik Riwut.

Selain Sungai Kayahan, wisata sejarah seperti Tugu Proklamator Bung Karno juga cukup menarik perhatian para wisatawan. Tugu yang juga merupakan Tugu Peringatan Provinsi Kalteng ini berada sekitar 300 meter dari kawasan Flamboyan. Tugu Sukarno ini merupakan tempat presiden pertama Republik Indonesia meresmikan tiang pertama pembangunan Kota Palangkaraya, yaitu pada 17 Juli 1957. Kawasan tugu ini berbentuk seperti taman kota, dengan monumen-monumen tiang pembangunan dan patung Ir Sukarno.

Kaya Potensi Alam

Dengan luas wilayah yang cukup besar, Palangkaraya mempunyai potensi kekayaan alam yang cukup besar. Sektor kehutanan, perkebunan, pertanian tanaman pangan, perikanan, peternakan, industri, hingga pariwisata menjadi andalan pemerintah setempat.  

Itulah tiga fakta tentang Kota Palangkaraya yang disebut-sebut akan menggantikan Jakarta sebagai ibu kota. Bagaimana menurut Anda?

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 178