Tiga Fakta Menarik Tentang Serangga dan Makanan

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Lainnya
dipublikasikan 07 Juli 2017
Tiga Fakta Menarik Tentang Serangga dan Makanan

Pernahkah atau maukah Anda menyantap olahan serangga? Bagi sebagian orang mungkin mendengarnya saja sudah membuat lidahnya geli. Namun, tahukah Anda kalau ternyata selama ini tanpa disadari Anda telah mengonsumsi berbagai jenis serangga? Mungkinkah serangga-serangga itu menjadi campuran makanan Anda?

Daripada penasaran, baiknya Anda simak beberapa fakta menarik tentang serangga dan makanan berikut ini seperti dilansir Reader’s Digest.

Pertama, menurut penelitian yang dilakukan oleh perusahaaan pengendalian semut dan serangga yakni Terro, serangga bisa didapati pada menu sarapan, makan siang atau bahkan makan malam tanpa sepengetahuan Anda. Pasalnya, ternyata banyak bagian tubuh serangga yang tersangkut dalam makanan atau bahkan bahan makanan yang Anda beli. Standar Food and Drug Administration (FDA) menyebutkan, pada 10 gram brokoli bisa ditemukan sekitar 60 serangga di dalamnya. Lalu, rata-rata peminum kopi bisa mengonsumsi hampir 140.000 potongan tubuh serangga pertahun. Selain itu, kumbang adalah yang paling banyak termakan dengan prosentase 31 persen.

Kedua, Food and Drug Administration (FDA) di AS menyatakan, serangga yang terdapat dalam bahan makanan umunya tidak berbahaya jika dikonsumsi. Para pelaku industri menyadari hal ini, tetapi karena tidak berbahaya, maka tidak dilakukan pembersihan secara detail. Alasannya, selain akan mengeluarkan biaya lebih tinggi, adalah tidak mungkin menghindarkan bahan makanan seperti sayuran yang ditanam di perkebunan untuk tidak dihinggapi serangga.

Ketiga, serangga sebenarnya adalah sumber protein yang tinggi. Bahkan dalam laporan FAO soal penggunaan serangga sebagai makanan, Edible insects: Future prospects for food and feed security, beberapa jenis serangga justru dianjurkan untuk dikonsumsi. Belalang dan jangkrik adalah jenis serangga yang paling umum dikonsumsi di seluruh dunia. Serangga yang jago melompat ini memang mudah ditemukan, mudah ditangkap, dan rasanya lezat.

Kalau Anda masih jijik menyantap serangga, bagaimana dengan minum kopi yang mengandung kotoran binatang di dalamnya? Masih ingat dengan kopi luwak yang rasanya istimewa dan dijual dengan harga mahal?

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 68