Tiga Hal yang Mengancam Anda Saat Kelebihan Protein

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Kesehatan
dipublikasikan 06 Juli 2017
Tiga Hal yang Mengancam Anda Saat Kelebihan Protein

Protein adalah nutrisi terpenting bagi tubuh yang berguna sebagai sumber energi, bekerja sebagai neurotransmiter dan pembawa oksigen dalam darah (hemoglobin). Tidak sedikit orang yang memilih memperbanyak asupan protein dan mengurangi lemak serta karbohidrat untuk menurunkan berat badan. Pada dasarnya diet ini memang efektif menurunkan berat badan, tetapi tidak direkomendasikan dilakukan dalam jangka panjang.

Dilansir dari laman Life Hack, berikut ini adalah efek samping negatif saat tubuh kelebihan protein.

Masalah ginjal

Ginjal sebagaimana fungsinya yakni menyaring seluruh racun yang dihasilkan dari makanan.
Jika Anda banyak mengonsumsi makanan dalam satu jenis, artinya Anda secara tidak sadar memerintahkan ginjal Anda untuk bekerja lebih keras lagi untuk menyaring racun yang ada di dalamnya. Kita disarankan untuk mengonsumsi beragam jenis makanan.

Bila ginjal Anda menjalani proses pengelolaan racun, salah satu produk yang dilepaskan adalah nitrogen urea darah. Pada gilirannya, tubuh Anda harus menggunakan lebih banyak air untuk membersihkan zat berbahaya tersebut. Hal ini bisa menyebabkan dehidrasi serius jika asupan air minum kita kurang.

Masalah jantung dan asam urat

Diet tinggi protein memang lebih disukai banyak orang karena menganggap mereka bisa bebas mengasup protein hewani. Namun, protein terutama yang berasal dari daging merah yang mengandung lemak jenuh merupakan musuh bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung protein berbasis hewan dapat meningkatkan risiko terkena asam urat. Ini karena protein berbasis hewan memiliki kadar purin yang tinggi, yang menyebabkan kadar asam purin tinggi.

Kalsium tulang terkikis

Asam yang dilepaskan setiap kali Anda mengonsumsi protein sulit dicerna tanpa kalsium. Telah ditunjukkan dalam banyak penelitian bahwa orang-orang yang mengkonsumsi lebih banyak protein daripada yang dibutuhkan memiliki tulang lebih lemah.

Sesuatu yang baik jika dikonsumsi secara berlebihan tentu sangat mungkin untuk memberikan dampak buruk. Oleh itu, asupan makanan harus tetap diperhatikan meskipun makanan tersebut dikenal menyehatkan.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

 

  • view 148