Kakak dan Adik Sering Berkelahi? Orangtua Wajib Tahu Tiga Hal Ini

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Inspiratif
dipublikasikan 04 Juli 2017
Kakak dan Adik Sering Berkelahi? Orangtua Wajib Tahu Tiga Hal Ini

Awalnya memang hanya bercanda, namun aksi dorong-dorongan antara anak dan kakaknya bisa berubah menjadi aksi saling pukul sungguhan, yang akhirnya berujung kepada salah seorang di antara mereka menangis.

Sebelum Anda naik darah dan memarahi mereka berdua, coba pahami apa yang sebenarnya sedang terjadi antara si adik dan kakak. Berikut tiga hal yang harus diperhatikan jika anak sering berkelahi dengan saudaranya seperti dilansir Parents.

Berebut Perhatian

Pada dasarnya, manusia butuh dan senang disayang, dihargai, dan mendapat perhatian. Apalagi, seorang anak. Hanya saja, ketika hadir atau lahir saudara kandung yang baru, seringkali dinamika hubungan antara orang tua dan anak berubah. Perhatian yang tadinya dicurahkan hanya untuk kakak, sekarang harus dibagi keorang lain yang mempunyai posisi sama dengannya, yaitu saudara sekandungnya. Terjadilah ‘perebutan’ perhatian dari orang tua. Bagaimana pun, kakak tetap ingin mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tua seperti dulu. Kondisi seperti itu disebut sibling rivalry, alias persaingan antara kakak dan adik.

Bisa Berubah Jadi Sibling Aggression

Sayangnya, dalam banyak kasus, pemberian perhatian dan kasih sayang yang lebih besar kepada adik tak hanya akan menyebabkan sibling rivalry, tetapi juga bisa menimbulkan kekerasan yang disebut sibling aggression atau sibling abuse. Sibling rivalry pada dasarnya sama dengan bullying, namun dilakukan oleh saudara kandungnya, yakni si kakak.

Masalahnya, tak jarang, pada perseteruan antara kakak dan adik ini, tanpa pikir panjang, orang tua langsung menegur si kakak. Padahal, mungkin saja biang keladi sebenarnya adalah adik. Bisa jadi, kakak sudah melakukan sesuatu dengan benar, namun adik menangis. Akibatnya, kakak yang disalahkan.

Orangtua Harus Adil

Ketika terjadi sibling aggression, sebagai orangtua, Anda harus melakukan intervensi untuk menghentikan ‘aktivitas’ itu. Dengan cara ini, adik bisa mendapatkan rasa nyamannya lagi. Sementara itu, Anda harus mendekati kakak agar tidak mengulangi aktivitasnya. Jadi, pendekatannya harus dilakukan kepada kedua pihak yang sedang bertikai.

Tidak ada yang namanya kakak harus mengalah kepada adik. Kalau terjadi sesuatu, dua-duanya harus ‘disidang’. Minta mereka duduk dan bercerita sesuai versi masing-masing. Dari situ, Anda bisa mengetahui siapa yang bersalah. Kalau bersalah, ia sudah pasti ditegur, dan ada sanksinya.

Mencurahkan kasih sayang bukan berarti harus memanjakan anak, apalagi kalau sampai pilih kasih. Perlakuan yang baik dan adil juga merupakan bentuk kasih sayang orangtua terhadap anak.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 242