Tiga Tradisi Unik Sambut Lebaran di Berbagai Belahan Dunia

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Budaya
dipublikasikan 19 Juni 2017
Tiga Tradisi Unik Sambut Lebaran di Berbagai Belahan Dunia

Lebaran atau hari raya Idul Fitri merupakan hari yang paling membahagiakan bagi umat islam di seluruh dunia. Sebab pada hari raya Idul Fitri umat muslim sedunia merayakan kemenangan setelah berpuasa menahan hawa nafsu selama satu bulan penuh. Menariknya, tidak hanya di Indonesia saja yang memiliki tradisi dalam menyambut lebaran. Beberapa negara di dunia juga memiliki cara-cara tersendiri untuk merayakan hari lebaran. Berikut adalah tradisi unik menyambut lebaran di beberapa negara yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.

Muslim Palestina pelesir ke pantai Israel saat lebaran

Seperti diketahui, Israel dan Pakistan adalah dua negara yang saling bersengketa. Mayoritas penduduk Israel adalah Yahudi dan sangat sedikit yang beragama islam, karena itulah tidak ada perayaan Idul Fitri di Israel. Namun sepanjang libur tiga hari setelah berakhirnya bulan Ramadhan, pantai-pantai besar yang ada di Israel akan dipenuhi umat muslim Palestina. Pada liburan tersebut umat muslim akan diberlakukan khusus oleh pemerintah Israel untuk mengunjungi pantai. Izin kunjungan ini diberikan terutama bagi mereka yang sebagian sanak saudaranya tinggal di wilayah jajahan Israel.

Perang telur Afghanistan

Di negara ini, perayaan Idul Fitri dibuka dengan perang telur. Para pria akan berkumpul di taman-taman dengan telur yang sudah dimasak. Setelah itu setiap orang akan mencoba untuk melempar telur satu sama lain. Bahkan, dalam perayaan suci ini, Taliban akan meletakkan senjatanya untuk merayakan Ramadan.

Namun, Institute for War and Peace mengatakan bahwa tradisi ini kini sudah mulai berkurang dibanding masa-masa sebelumnya. Kini, selain tradisi melempar telur, sebagian pria tersebut lebih suka berkumpul di taman untuk makan bersama lalu dilanjutkan dengan bermain kartu atau catur. Sebelum lebaran, para wanitanya akan menjahitkan pakaian untuk para pria, namun kebanyakan mendaur ulang pakaian lama ketimbang membeli pakaian baru. Tradisi ini berlangsung sejak ekonomi di negara tersebut semakin menurun dari tahun ke tahun.

Melihat hilal bersama di Afrika Selatan

Satu malam menjelang hari raya, ratusan muslim di Cape Town akan sengaja berbondong-bondong ke puncak bukit Green Point yang berada di tepi pantai. Mereka beramai-ramai melihat posisi hilal yang menandakan berakhirnya bulan Ramadhan. Setelah dipastikan hilalnya terlihat, maka ratusan orang bersama keluarga masing-masing akan menggelar buka puasa bersama. Kemudian acara dilanjutkan dengan beranjak tarawih Bersama di Masjid Jami cape Town.

Setiap orang memanfaatkan momen Idul Fitri untuk silaturahmi dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Bukan hanya berbagi rejeki dan energi, tetapi juga berbagi maaf untuk setiap kesalahan. Idul Fitri adalah sebuah perayaan besar. Maka sudah sepatutnya dirayakan dengan hati yang besar.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 52