Tiga Stasiun Tersibuk di Dunia

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Lainnya
dipublikasikan 13 Juni 2017
Tiga Stasiun Tersibuk di Dunia

Sebagian masyarakat sub-urban Jakarta lebih memilih untuk menggunakan kendaraan umum seperti kereta untuk menjangkau daerah pusat, daripada harus bermacet-macetan menggunakan kendaraan pribadi. Alhasil, pengguna kereta ini mesti berdesak-desakkan dari stasiun awal hingga stasiun tujuannya. Apalagi jika sudah menginjak momen mudik lebaran, pengguna kereta bisa berkali-kali lipat jumlahnya. Bayangkan betapa sibuknya stasiun tersebut.

Tidak hanya di Indonesia, lho. Di luar negeri juga ada stasiun super sibuk setiap harinya dan bahkan yang tersibuk di dunia seperti yang dilansir oleh Guinness Book World of Record berikut ini.

Stasiun Shinjuku

Stasiun yang memiliki kurang lebih 200 pintu keluar ini melayani perjalanan menuju berbagai daerah di Jepang. Terdapat sekitar 200 pintu keluar dan 53 peron di stasiun ini. Sebanyak 36 peron terdapat di stasiun ini, termasuk yang ada di bawah tanah dan lorong-lorong, sedangkan 17 lainnya dapat diakses melalui lorong yang terdapat di dalamnya, tanpa harus keluar dari stasiun. Shinjuku sendiri terdiri dari lima stasiun, yaitu JR-East, Odakyu Electric Railway, Keio Corporation, Tokyo Metro dan Toei Subway. Tercatat, hampir 3,5 juta orang datang ke Stasiun Shinjuku setiap harinya untuk berangkat menuju tempat tujuannya. Lalu pada 2007 lalu, stasiun ini mencatat penumpang yang datang setiap harinya mencapai angka rata-rata 3,64 juta orang. Atas “kesibukannya” inilah, Stasiun Shinjuku menduduki peringkat pertama dengan predikat stasiun tersibuk di dunia versi Guinness Book World of Record.

Stasiun Shibuya

Stasiun Shibuya adalah stasiun tersibuk kedua di dunia. Stasiun yang dioperasikan bersama-sama dengan East Japan Railway Company, Keio Corporation, Tokyu Corporation, dan Tokyo Metro ini didatangi oleh kurang lebih tiga juta penumpang setiap harinya. Layaknya stasiun komuter pada umumnya, stasiun ini melayani perjalanan dari daerah tengah kota menuju sub-urban Jepang sebelah Selatan dan Barat.

Ada sesuatu yang unik dari stasiun ini, apabila diantara Anda ada yang pernah mendengar cerita tentang Hachiko, seekor anjing ras Akita Inu yang terkenal akan kesetiaannya menunggu sang majikannya pulang kerja. Setiap hari, Hachiko selalu setia menunggu majikannya di depan stasiun ini. Namun pada tahun 1925, Hachiko tidak mendapati sang majikan muncul dari tengah-tengah kerumunan orang yang keluar dari stasiun itu. Ternyata sang majikan telah meninggal dan Hachiko tidak mengetahuinya. 10 tahun berselang, Hachiko yang tetap menunggu di depan Stasiun Shibuya ini akhirnya menyusul sang majikan. Oleh karena itu, di depan Stasiun Shibuya didirikan monument berupa patung anjing untuk mengenang kesetiaan dari Hachiko.

Stasiun Ikebukuro

Di peringkat ketiga stasiun tersibuk di Dunia dipegang oleh Stasiun Ikebukuro. Hampir 2,7 juta orang datang setiap harinya ke stasiun ini untuk mendapatkan kereta menuju tempat tujuannya. Diperkirakan, lebih dari 910 juta orang setiap tahunnya “mampir” ke stasiun yang terletak di jantung kota Tokyo ini. Stasiun Ikebukuro dibuka pertama kali pada 1 April 1903 oleh Japanese Government Railway atau Departemen Perkeretaapian Jepang. Stasiun yang pada tahun 1903 hanya menangkut 28.000 penumpang setiap tahunnya, kemudian meningkat drastis pada 1965 dengan total angkutan 145.000.000.

Jika memang kondisi di stasiun atau di gerbong kereta kurang memadai, Anda tidak perlu memaksakan diri. Apalagi sampai saling dorong saat berdesak-desakan. Karena sesibuk apapun stasiunnya dan semendesak apapun keperluan Anda, keselamatan harus tetap diutamakan.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 78