Tiga Tradisi Unik Berpuasa di Belahan Dunia Lain

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Budaya
dipublikasikan 08 Juni 2017
Tiga Tradisi Unik Berpuasa di Belahan Dunia Lain

Saat Ramadhan tiba, ragam kuliner menjadi salah satu yang paling ditunggu di Indonesia. Sebut saja kolak pisang, es buah, dan banyak lagi menu berbuka lain yang hanya bisa ditemui di bulan suci ini. Faktanya, tak hanya di Indonesia. Negara-negara lain juga punya tradisi seputar kuliner selama bulan suci Ramadhan. Bahkan, ada banyak tradisi lain yang juga jadi pembeda Ramadhan dengan bulan-bulan lainnya yang bisa menginspirasi.

Lalu, bagaimana serunya Ramadhan di belahan bumi lain? Berikut ulasannya yang sudah kami rangkum dari berbagai sumber.

Rusia

Puasa di negeri beruang putih ini berlangsung sekitar 17 jam sehari. Saat Ramadhan, hampir seluruh masjid di sana menggelar bazar dadakan. Mereka biasanya menjual buku-buku islami, suvenir, minyak wangi, dan kopiah. Berbuka puasa di Masjid Yarman, salah satu masjid yang berada di sebelah utara Moskow sangat menyenangkan. Sebab, umat islam di sana hampir selalu berkumpul di setiap waktu shalat.

Amerika Serikat (AS)
Muslim di AS bisa puasa hingga 15 jam sehari, atau bahkan lebih. Kolak dan es buah mungkin menjadi hal yang mustahil ditemui di sana sebagai menu berbuka. Kebiasaan mereka adalah tetap melahap hotdog dan hamburger sebagai menu iftar. Akan tetapi, mereka biasa menyediakan kurma sebagai pembuka sebelum menu utama. Pembeda lain dengan di Indonesia adalah tidak adanya kumandang azan maghrib. Selain itu juga tidak ada suara kentungan, beduk, dan penanda sahur atau pun imsak.

Antartika

Pada dasarnya, lingkar kutub selatan hanyalah mencakup benua Antartika dan sekitarnya yang bukan tempat hunian permanen bagi manusia. Namun, jika ada umat Muslim yang kebetulan berpuasa di sana, mereka harus mengandalkan aplikasi khusus sebagai pengingat waktu shalat, berbuka, dan juga sahur. Sebab, seperti halnya wilayah Kutub Utara, Antartika mengalami penyinaran matahari yang ekstrem. Di kedua kawasan ini, khususnya pada musim panas, terdapat hari-hari saat matahari terus terlihat di atas cakrawala selama 24 jam penuh. Istilahnya matahari tengah malam atau siang kutub.

Di luar negara-negara tersebut, ada banyak lagi cerita yang bisa didapat untuk mengisi dan menginspirasi selama bulan puasa. Tak perlu datang langsung ke sana. Dengan bantuan perkembangan teknologi, Anda bisa mengetahui berbagai cerita menarik lainnya meskipun sedang berada di rumah, bukan?

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 67