Tiga Cara Tumbuhkan Kebiasaan Hemat pada Anak

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Inspiratif
dipublikasikan 08 Juni 2017
Tiga Cara Tumbuhkan Kebiasaan Hemat pada Anak

Kebiasaan boros dan hemat seseorang dapat terbentuk dari pola asuh. Semua itu tergantung dari cara orangtuanya melatih mereka tentang keuangan saat kecil.

Anak-anak dengan berbagai umur membutuhkan cara yang berbeda tentang hal ini. Seperti apa? Simak trik yang dilansir dari Parents berikut ini.

Usia 4-5 tahun

Untuk anak usia 4-5 tahun, Anda bisa mengajarinya berhemat dengan mengumpulkan kupon yang didapat dari katalog supermarket atau minimarket. Saat tiba di supermarket, berikan kuponnya kepada si kecil dan minta dia untuk membantu memeriksa barang apa saja yang sesuai dengan kupon yang dia pegang. Dia akan sangat senang karena merasa diberi tanggung jawab layaknya orang dewasa. Sambil mencari, Anda bisa membicarakan tentang konsep berhemat.

Usia 6-8 tahun

Di usia ini, Anda sudah bisa memperkenalkan konsep menabung di bank. Ajak dia pergi ke bank dan buatkan sebuah akun bank khusus anak-anak. Bawa dia setiap bulan untuk menabung di bank sehingga saldonya terus bertambah. Hal ini bagus untuk membentuk kebiasaan menabung pada anak-anak.

Usia 9-12 tahun

Pada usia ini, ajarkan tentang perbandingan suatu nilai barang. Bacakan label harga di toko, lihat ukuran dan harganya. Tapi saat membandingkan harga, pastikan Anda juga membandingkan kualitasnya. Jika bulan lalu Anda membeli tisu bermerek dengan harga yang cukup mahal, bulan selanjutnya Anda bisa membeli tisu yang lebih murah.

Kemudian diskusikan perbedaan nilai dan keputusan bersama si kecil, apakah kualitas tisu tersebut sepadan dengan harganya? Ini akan membantunya belajar tentang tanggung jawab, menetapkan nilai, dan membuat keputusan.

Selain membuat anak terbiasa berhemat, cara-cara tersebut juga bisa mendorong anak untuk belajar mengelola sesuatu secara mandiri.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 53