Tiga Kondisi Kesehatan Ini Memburuk Akibat Perubahan Iklim

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Kesehatan
dipublikasikan 07 Juni 2017
Tiga Kondisi Kesehatan Ini Memburuk Akibat Perubahan Iklim

Perubahan iklim yang semakin tidak teratur sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Saat mengalami perubahan iklim, orang lebih rentan terkena penyakit karena tubuh harus mengalami penyesuaian terlebih dahulu sebelum terbiasa dengan kondisi iklim yang baru.

Ada beberapa kondisi kesehatan yang bisa diakibatkan oleh perubahan iklim. Apa saja? Berikut ulasan lengkapnya seperti dilansir ABC News.

Kardiovaskular
Badan Kesehatan Dunia telah melaporkan bahwa paparan polutan dari udara meningkatkan risiko berbagai penyakit kardiovaskular seperti stroke dan kanker paru. Partikel dalam polusi udara memang sangat kecil, tetapi justru dengan begitu mereka mudah masuk ke tubuh dan mengiritasi organ-organ vital, termasuk pembuluh darah. Selain itu, polusi udara diyakini dapat memberikan efek peradangan pada jantung sehingga meningkatkan peluang gangguan pada sistem kardiovaskularnya. Pada beberapa kasus, orang yang sudah memiliki riwayat penyakit jantung bisa saja mengalami serangan sewaktu-waktu hanya karena dipicu oleh paparan polusi udara tingkat tinggi.

Asma
Polutan di udara akan memicu atau memperburuk serangan asma pada mereka yang memang memilikinya. Polutan ini juga diyakini dapat menyebabkan peradangan dan mengganggu sistem pernapasan, di samping iritasi lainnya. Utamanya pada bayi dan anak-anak. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di tahun 2014, anak pengidap asma dipastikan sangat rentan pada polusi udara karena paru-paru mereka yang memang masih berkembang. Di sisi lain, mereka lebih banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.

Heatstroke
Peningkatan suhu udara di seluruh dunia bisa berarti serangan panas yang lebih lama. Kondisi ini dapat memicu penyakit seperti hipertermia, sebab ketika cuaca semakin panas dan lembab dikhawatirkan berkeringat saja tidak cukup menurunkan suhu internal tubuh. Bahkan dari risetnya, US Global Change Research Program menyebut perubahan iklim bisa berarti peningkatan kasus kematian akibat cuaca di musim panas.

Selagi tubuh melakukan penyesuaian dengan perubahan iklim, Anda bisa menjaga asupan makanan dan minuman, serta menerapkan pola hidup sehat lainnya. Dengan begitu, kemungkinan risiko Anda terserang penyakit akibat perubahan iklim akan lebih kecil.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 64