Tiga Aksi Protes Paling Ekstrem Sepanjang Masa

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Sejarah
dipublikasikan 05 Juni 2017
Tiga Aksi Protes Paling Ekstrem Sepanjang Masa

Aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang damai seringkali berubah menjadi kekerasan. Seolah hanya ada garis tipis antara aksi damai dan huru-hara. Beberapa negara bahkan punya catatan buruk tentang aksi-aksi demonstrasi semacam ini, termasuk Indonesia.

Nah, berikut ini ada tiga aksi protes paling ekstrem sepanjang masa yang telah kami rangkum dari berbagai sumber. Yuk, simak ulasannya!

Tottenham Protests

Pada tanggal 6 Agustus 2011, beberapa orang di daerah Tottenham di London mengadakan demonstrasi pawai atas pembunuhan seorang pria tak bersenjata dengan nama Mark Duggan. Pawai tersebut selesai di kantor polisi Tottenham, di mana para penyelenggara menuntut untuk berbicara dengan pejabat polisi senior. Setelah petugas polisi menolak bertemu dengan para demonstran dan disusul penyerangan terhadap seorang gadis berusia 16 tahun, kerusuhan pecah yang akhirnya menyebar ke seluruh Inggris dan melumpuhkan negara itu selama berminggu-minggu.

Birmingham Civil Rights Protests

Pada tahun 1962, Martin Luther King dan beberapa penyelenggara hak-hak sipil lainnya mengadakan demonstrasi di kota Birmingham, Alabama. Demonstrasi ini berlangsung secara berkesinambungan selama kurang lebih setahun. Kemudian pada tahun 1963, sheriff Bull Connor memutuskan untuk menangani demonstrasi menggunakan selang kebakaran dan anjing polisi. Gambaran orang Amerika-Afrika yang disiksa oleh polisi dengan anjing dan selang serta penahanan Martin Luther King berfungsi sebagai katalisator gerakan tersebut.

Soweto Uprising

Pada tahun 1976, para pelajar di kota Soweto, Afrika Selatan mengadakan sebuah demonstrasi untuk memprotes undang-undang baru yang memaksa mempelajari bahasa orang kulit putih yang menjajah mereka, yaitu Belanda. Selama demonstrasi tersebut, 176 dari 20.000 pelajar yang bergerak tewas di tangan polisi Afrika Selatan. Setelah itu, protes dan kekerasan selanjutnya menjadi titik balik sejarah penting dalam perang melawan apartheid.

Setiap orang mempunyai hak untuk memprotes kebijakan yang tidak sesuai. Tetapi protes yang disertai tindak kekerasan tidak pernah menjadi lebih bijak dari ketidakbijakan itu sendiri.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 57