Tiga Negara di Dunia yang Bersih dari Catatan Utang

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Ekonomi
dipublikasikan 02 Juni 2017
Tiga Negara di Dunia yang Bersih dari Catatan Utang

Hampir semua negara di dunia memiliki utang dengan rasio utang terhadap Gross Domestic Product (GDP) –nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi dalam waktu setahun- yang berbeda-beda. Termasuk Indonesia, yang juga punya utang. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan total nilai utang pemerintah pusat hingga posisi November 2016 sebesar Rp 3.485,36 triliun.

Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, China, Jepang pun memiliki utang negara yang sangat besar. Hanya sedikit negara yang bebas utang, alias tidak memiliki sepeser pun utang pada pihak manapun.

Kebanyakan negara-negara yang terbebas dari catatan utang adalah negara kecil. Nah, negara mana saja? Berikut daftar negara yang tidak memiliki utang seperti dilansir Highestearning.

Macau

Macau adalah surga bagi para penjudi di Asia. Bahkan orang menyebut Macau sebagai Las Vegasnya China. Negara kecil tetangga dari Hong Kong ini disebut sebagai salah satu negara yang tak memiliki utang. Menurut Ecnonomist Intelligence Unit (ENU), Macau dipercaya menghasilkan US$ 40 miliar per tahun di 2013. Naik 19 persen dari tahun sebelumnya. Macau memiliki populasi 557.672 jiwa.

British Virgin Island

Sebuah wilayah non-berdaulat Inggris, juga dikenal sebagai 'Virgin Islands' memiliki sistem pemerintahan yang independen. Negara ini juga mencuat saat ada kasus Panama Papers di mana banyak orang membuat perusahaan di negara ini. Selain tak punya utang, British Virgin Island adalah negara bebas pajak. Negara ini juga adalah yang terkaya di Kepulauan Karibia. Salah satu hal menarik dari British Virgin Island adalah Anda tak perlu visa untuk datang ke sini.

Liechtenstein

Negara ini memiliki populasi 35 ribu orang dan berlokasi di perbatasan Austria dan Swiss. Luasnya hanya 62 mil persegi dan menjadikannya negara terkecil keenam di dunia. Selain sebagai negara yang tercatat bebas utang, negara ini juga berada di peringkat kedua dengan angka pengangguran terendah. Tak hanya itu, Liechtenstein juga punya ekonomi yang kuat, dengan GDP per orang mencapai US$ 95 ribu.

Hasil penghitungan ini akan terus berubah tergantung dari aktivitas ekonomi suatu negara setiap tahunnya, semisal ekspor dan impor. Jika intensitas ekspor barang lebih tinggi dari impor, maka kemungkinan untuk menyusutkan utang negara akan lebih besar.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 338