Tiga Cara Jadikan Puasa sebagai Batu Loncatan untuk Berhenti Merokok

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Kesehatan
dipublikasikan 31 Mei 2017
Tiga Cara Jadikan Puasa sebagai Batu Loncatan untuk Berhenti Merokok

Saat menjalani puasa, Anda bisa menahan hasrat merokok lebih dari 12 jam. Ini merupakan celah yang bagus jika dimanfaatkan untuk mulai berhenti merokok. Namun, tidak jarang pecandu rokok yang justru melakukan ‘balas dendam’ dengan mengonsumsi nikotin lebih banyak pada rentang waktu selepas magrib hingga menjelang sahur. Hal ini disebabkan oleh adanya keinginan begitu besar yang tertanam di otaknya untuk mengakses sumber candu tersebut saat siang hari. Lantas, bagaimana bisa puasa menjadi batu locatan untuk berhenti merokok?

Mengontrol Pikiran

“Jauh sebelum jam berbuka puasa, seorang pecandu sudah merencanakan untuk kembali merokok, lantas hal itu dilakukan secara berlebihan atau dikatakan semacam balas dendam setelah belasan jam pantang merokok. Seandainya rencana itu dilemahkan dalam pikiran, seorang pecandu tidak akan terlalu ngebet untuk merokok,” jelas Jiemy, dokter dan hipnoterapis di Klinik Hipnoterapi Rumah Jati Sehat, Solo seperti dilansir tirto.id.

Dorongan untuk merokok hanya aktivitas mental yang sebenarnya masih sangat mungkin untuk dikendalikan, sama halnya dengan saat Anda menahan nafsu untuk makan dan minum saat puasa. Dorongan tersebut berubah menjadi suatu kecanduan lantaran seseorang tidak membiasakan diri untuk mengontrol perasaan dan pikirannya sendiri. Semakin sering seorang pecandu bereksplorasi dan mempertanyakan kembali tentang kecanduannya, semakin mungkin ia terlepas dari kecanduan itu.

Mengatur Asupan dan Aktivitas

Seseorang harus mempelajari apa yang memicu keinginan untuk merokok. Misalnya rutinitas pagi, kopi, teh, setelah makan, tiba di tempat kerja, duduk-duduk santai, berkumpul dengan teman, teman-teman perokok, serta situasi yang rentan memicu kebosanan dan kegelisahan.

Seperti halnya mengalihkan rasa lapar saat puasa, Anda bisa mengalihkan kecanduan rokok dengan mencari hal lain sebagai substitusi, atau bisa juga mencari aktivitas lain pada waktu-waktu yang biasanya diisi dengan merokok. Untuk mengganti kopi atau teh setelah berbuka, Anda bisa minum jus, memperbanyak minum air putih dan menjadikan buah atau makanan berserat lainnya sebagai camilan. Sedangkan untuk menyikapi situasi-situasi yang biasa jadi pemicu untuk merokok, Anda musti dengan sengaja mencari hal-hal baru sebagai pengganti kebiasaan merokok. Olahraga, jalan-jalan santai dan membaca bisa jadi alternatif yang sangat membantu.

Menjaga Komitmen

Selain usaha yang keras, kekuatan niat dan komitmen adalah kunci untuk bisa mencapai sesuatu yang sulit. Banyak orang yang gagal dalam usahanya untuk berhenti merokok karena tidak bisa memegang komitmen dengan baik. Hal ini membuat mereka jadi lebih mudah menyerah pada dorongan merokok. Saat hasrat merokok sedang menekan dengan kuat, cobalah untuk menarik napas dalam-dalam sambil mengingat kembali komitmen dan usaha yang Anda lakukan untuk berhenti merokok.

Segala kemungkinan bisa terjadi pada mereka yang bersungguh-sungguh. Jika memang sudah melakukan yang terbaik, tentu Anda akan mendapatkan hasil yang baik. Ditambah lagi, kecanduan merokok sebenarnya hanya sebatas dorongan saja, bukan kenyataan yang musti selalu dipenuhi. Jadi, semuanya tergantung pada diri sendiri.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 387