Tiga Kesalahan yang Jarang Disadari Berpengaruh Buruk pada Anak

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Lainnya
dipublikasikan 30 Mei 2017
Tiga Kesalahan yang Jarang Disadari Berpengaruh Buruk pada Anak

Menjadi orangtua adalah pekerjaan berat. Anak terpengaruh oleh semua yang ada di sekitarnya, teman, guru dan tentu orangtua. Tidak ada orangtua yang sempurna, namun Anda bisa berusaha menerapkan pola asuh lebih baik dengan menghindari hal yang bisa berdampak buruk pada anak di masa depan.

Dilansir dari Independent, berikut adalah tiga hal yang bisa berpengaruh buruk pada masa depan anak, seperti dijelaskan ahli psikologi, Lourdes Carandang. Yuk, simak ulasannya!

Membandingkan Anak

Mungkin orangtua merasa adil dalam membagi perhatian dan kasih sayang pada anak-anak, tapi saat ada satu orang yang punya prestasi lebih lalu Anda memujinya sementara yang lain tidak, itu bisa berpengaruh buruk. Misalnya Anda memperkenalkan mereka pada orang lain seperti ini, "Kenalkan, ini putri saya yang pintar, Sarah. Dan ini putra bungsu saya, Max." Itu sama saja dengan menjatuhkan anak, tetapi orangtua seringkali tidak menyadarinya.

Memberi Label

Nama panggilan yang merujuk pada fisik atau kebiasaan buruk mungkin terkesan biasa saja, tapi sebenarnya bisa menorehkan luka seumur hidup pada anak bila terlalu sering diucapkan. Tentu saja orangtua tidak bisa terlalu melindungi anak, tapi memanggil anak dengan sebutan tidak enak bisa merusak kepercayaan diri anak. Sebutan seperti itu bisa membuat anak kesal dan percaya bahwa mereka benar-benar malas atau bodoh.

Pilih Kasih

Ada orangtua yang punya anak kesayangan dan bila mereka melakukan hal yang salah, tak akan ada hukuman yang diberikan padanya. Sebaliknya, bila anak lain melakukan hal yang sama, orangtua tak segan-segan naik pitam.

Carandang menekankan pada orangtua yang menghadapi pertengkaran anak-anak, penting untuk mendengarkan secara objektif dari kedua pihak agar bisa berlaku adil. Meski anak yang lebih tua harusnya lebih paham atas tanggung jawab, sisi emosional mereka tetap tidak boleh diabaikan.

Mencetak kepribadian anak memang suatu tantangan yang sangat sulit. Kadang tanpa sadar orangtua mengantungkan titik ideal yang harus dicapai di atas kepala si anak tanpa tahu lebih dulu seberapa jauh jangkauannya. Oleh itu, menjalin komunikasi yang baik dengan anak adalah salah satu cara terbaik untuk memahaminya dengan lebih baik.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 48