Tiga Festival Paling Unik Di Dunia

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Budaya
dipublikasikan 16 Mei 2017
Tiga Festival Paling Unik Di Dunia

Setiap negara punya kebiasaan mengadakan festival sebagai bentuk perayaan. Beberapa film bahkan menjadikan kemeriahan festival tersebut sebagai latar. Misalnya yang paling sering kita lihat dalam film-film Bollywood adalah festival Holi di India. Beberapa pergelaran festival bahkan turut ramai oleh pelancong mancanegara yang memang sengaja datang untuk menyaksikan keriuhan festival tersebut.

Terlepas dari segala hiruk-pikuk dan serba-serbi kemeriahan sebuah festival, tahukah kamu kalau ada festival-festival unik di dunia yang bahkan beberapa orang justru menganggap itu aneh?

Nah, berikut ini ada tiga festival paling unik di dunia yang dirangkum dari berbagai sumber. Apa saja?

Festival Lempar Kambing, Spanyol

Sebuah desa kecil Manganeses de la Polvorosa di Provinsi Zamora, Spanyol mengadakan Festival of St Vincent setiap bulan Januari. Festival ini dimulai dengan para pemuda yang melempar kambing hidup dari atap gereja yang memiliki ketinggian 15 meter. Tenang, kambing tersebut tetap selamat karena dipasang terpal sebagai penyangga di bawahnya. Setelah dijatuhkan, kambing tersebut kemudian diarak di jalan.

Saat ini karena banyak tekanan dari aktivis hewan, maka digunakan replika kambing sebagai pengganti kambing hidup. Kebiasaan ini dimulai karena ada sebuah legenda yang menyebutkan ada kambing ajaib yang memberi makan penduduk miskin dengan susunya, jatuh dari menara tetapi mendarat dengan sempurna.

Festival Berkelahi, Bolivia

Di kota Macha, Bolivia ada festival berusia 600 tahun yang disebut Tinku. Para pria umumnya akan meminum minuman beralkohol dan berparade di jalan, kemudian mulai berkelahi sampai lempar batu. Seperti tawuran!

Untungnya, biasanya tak ada yang meninggal karena festival ini. Para peserta yang selamat tanpa luka serius kemudian akan merayakan dengan musik dan tarian tradisional.

Festival Penis Besi, Jepang

Di Kawasaki, Jepang tiap bulan April akan diselenggarakan festival Kanamara Matsuri. Akan ada patung penis berukuran raksasa dengan berbagai warna yang diarak keliling jalan-jalan kota. Tahun 2017, festival ini memasuki tahun ke-40. Asal muasal festival ini berada dari legenda seorang wanita yang diperdaya oleh iblis.

Seperti apapun wujudnya, sebuah perayaan pada dasarnya adalah ungkapan kebahagian atau bentuk rasa syukur, baik secara individu maupun kolektif. Tidak peduli sebarapapun anehnya perayaan itu.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 87